SScroll TikTok sebelum Tidur, Apa Dampaknya bagi Kualitas Istirahat

  • 14 Jun 2026 22:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kebiasaan menggulir TikTok sebelum tidur semakin umum dilakukan, terutama di kalangan anak muda. Meski sering dianggap sebagai cara melepas penat setelah aktivitas seharian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dan smartphone menjelang waktu tidur dapat memengaruhi kualitas istirahat, mulai dari membuat waktu tidur mundur hingga menurunkan rasa segar saat bangun di pagi hari.

Kebiasaan membuka TikTok di atas kasur sering kali terasa tidak berbahaya. Namun, mekanisme aplikasi video pendek yang dirancang untuk menampilkan konten tanpa henti membuat pengguna mudah kehilangan persepsi waktu.

Penelitian dari Wang dan Scherr menemukan bahwa penggunaan TikTok secara otomatis atau tanpa kontrol sebelum tidur dapat memicu pre-sleep cognitive arousal, yaitu kondisi ketika otak tetap aktif meskipun tubuh sudah siap beristirahat. Kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya rasa lelah pada siang hari.

Selain itu, penelitian mengenai penggunaan smartphone sebelum tidur menunjukkan bahwa paparan layar pada malam hari dapat mengganggu ritme biologis tubuh. Aktivitas tersebut membuat otak tetap terstimulasi sehingga proses untuk memasuki fase tidur menjadi lebih lambat dan kualitas tidur terasa kurang optimal.

Fenomena ini juga berkaitan dengan istilah doomscrolling—kebiasaan terus menggulir konten tanpa tujuan jelas. Studi terbaru menunjukkan bahwa perilaku tersebut memiliki hubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk, termasuk melalui rasa takut tertinggal informasi (fear of missing out/FoMO) dan dorongan untuk terus terhubung dengan ponsel.

Namun, hubungan antara TikTok dan kualitas tidur ternyata tidak sesederhana “semakin lama semakin buruk”. Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 menemukan bahwa durasi penggunaan TikTok saja tidak selalu berkaitan langsung dengan kualitas tidur. Faktor lain seperti waktu penggunaan, kebiasaan sebelum tidur, kontrol diri, dan pola hidup sehari-hari turut memengaruhi hasil akhirnya.

Para peneliti menyarankan agar pengguna mulai menerapkan sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang lebih sehat. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menghentikan penggunaan ponsel 30–60 menit sebelum tidur, mengurangi paparan cahaya terang di malam hari, serta mengganti aktivitas menjelang tidur dengan membaca buku, mendengarkan musik tenang, atau teknik relaksasi ringan.

Scroll TikTok sebelum tidur bukan otomatis membuat seseorang mengalami gangguan tidur. Namun, ketika kebiasaan itu membuat waktu tidur mundur, otak terus aktif, dan tubuh kehilangan kesempatan untuk beristirahat optimal, kualitas tidur bisa ikut menurun. Kuncinya bukan sekadar berhenti membuka aplikasi, melainkan menciptakan rutinitas malam yang memberi sinyal bagi tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....