Penyebab Kanker Otak, Benarkah Radiasi Gadget Salah Satunya?
- 07 Jun 2026 00:17 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Otak manusia punya kemampuan yang sangat luar biasa untuk mengatur segala sistem yang ada di dalam tubuh. Mulai dari berpikir, bergerak, mengingat, sampai mengatur fungsi organ, semuanya melibatkan aktivitas otak.
Karena itu, ketika muncul gangguan serius seperti kanker otak, banyak orang langsung khawatir dan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi?
Untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya, berikut popma.com merilis Sabtu 6 Juni 2026 penyebab kanker otak yang telah merangkum selengkapnya.
1. Penyebaran Kanker dari Organ Lain
Tumor di otak tidak selalunya berawal dari otak itu sendiri dan bisa dipengaruhi dari organ lain yang sudah terganggu.
Kondisi ini terjadi karena sel kanker dari paru-paru, payudara, ginjal, atau kanker kulit tertentu bisa menyebar lewat aliran darah lalu menetap di jaringan otak. Setelah itu, sel tersebut tumbuh membentuk tumor baru.
2. Sistem Imun yang Melemah
Tubuh sebenarnya punya pelindung alami untuk mengenali dan menghancurkan sel abnormal sebelum berkembang menjadi penyakit. Sistem ini lebih dikenal dengan sistem kekebalan tubuh.
Ketika daya tahan tubuh melemah, kemampuan tubuh mengawasi pertumbuhan sel abnormal pun juga akan ikut menurun.
3. Paparan Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja
Faktor lingkungan kerja juga masih terus diteliti kaitannya dengan risiko kanker otak. Beberapa zat yang sering diteliti meliputi pestisida, pelarut kimia, produk berbasis minyak bumi, formaldehida, hingga vinil klorida.
Meski hubungan sebab-akibatnya masih terus dipelajari, para ahli menilai paparan bahan kimia tertentu secara terus-menerus bisa meningkatkan risiko kerusakan sel di tubuh, termasuk di jaringan saraf.
4. Paparan Radiasi Pengion
Kalau bicara faktor risiko kanker otak yang paling kuat, radiasi pengion termasuk yang paling sering disebut para ahli.
Menurut Cancer Research UK, paparan radiasi pengion biasanya berasal dari tindakan medis tertentu, misalnya terapi radiasi di area kepala untuk pengobatan kanker lain di masa lalu, atau paparan radiasi tingkat tinggi seperti insiden nuklir.
Radiasi jenis ini memiliki energi yang cukup besar untuk merusak DNA di dalam sel, termasuk sel otak, sehingga dalam jangka panjang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal.
5. Faktor Usia dan Proses Penuaan
Seiring bertambahnya usia, tubuh memang mengalami banyak perubahan, termasuk pada cara sel memperbaiki kerusakan alami yang terjadi setiap hari.
Kanker otak punya pola yang cukup unik. Beberapa jenis tumor tertentu justru lebih sering ditemukan pada anak-anak atau usia muda. Artinya, faktor usia memang berpengaruh, tapi bukan satu-satunya penentu.
6. Faktor Keturunan dan Kelainan Genetik Tertentu
Sebagian kecil kasus kanker otak ternyata juga bisa disebabkan karena faktor bawaan, sekitar 5 persen kasus tumor otak berhubungan dengan sindrom genetik yang diturunkan dalam keluarga, sehingga meskipun jarang, ada kondisi tertentu yang memang membuat seseorang punya risiko lebih tinggi sejak lahir.
Beberapa gangguan genetik seperti Neurofibromatosis, sindrom Li-Fraumeni, Von Hippel-Lindau, atau Tuberous Sclerosis juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol pertumbuhan sel. Ketika mekanisme pengawas ini terganggu, peluang munculnya tumor pun otomatis ikut meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....