Tanda Bahaya Tubuh dan Cara Mencegah Diabetes Melitus

  • 19 Mei 2026 15:29 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk Anda yang merasa sehat-sehat saja.

Sayangnya, diabetes sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang langsung terasa jelas. Banyak orang baru menyadari saat kondisi tubuh mulai terganggu.

Padahal, memahami apa itu diabetes melitus sejak awal dapat membantu Anda melakukan pencegahan dan pengelolaan yang lebih baik. Dengan pengetahuan yang tepat, resiko komplikasi serius pun bisa ditekan.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali pengertian, penyebab, dan jenis diabetes melitus secara menyeluruh. Berikut popma.com merilis Selasa 19 Mei 2026 telah merangkum apa itu diabetes melitus.

Bagaimana Diabetes Melitus Bisa Terjadi?

Pernahkah Anda terbayang, bagaimana diabetes melitus bisa terjadi? Diabetes melitus terjadi akibat ketidakseimbangan antara produksi insulin dan kebutuhan tubuh. Pada sebagian orang, pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup.

Sementara pada kondisi lain, tubuh masih memproduksi insulin tetapi sel-sel tubuh tidak meresponnya dengan optimal. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin. Ketika resistensi insulin terjadi, glukosa sulit masuk ke dalam sel dan tetap berada di dalam darah.

Pankreas kemudian bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin tambahan. Jika kondisi ini berlangsung lama, fungsi pankreas dapat menurun. Akibatnya, kadar gula darah semakin sulit dikendalikan dan diabetes melitus pun berkembang.

Cara Mencegah Diabetes Melitus

Supaya Anda dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, berikut cara mencegah diabetes melitus:

  1. Atur pola makan, bukan sekadar “kurangi gula”, fokus pada makanan utuh seperti sayur, protein, dan karbohidrat kompleks agar gula darah lebih stabil dan tidak mudah melonjak.

  2. Jaga berat badan ideal sejak dini, penurunan berat badan 5–10% saja sudah terbukti menurunkan resiko diabetes secara signifikan.

  3. Aktif bergerak setiap hari, tidak harus olahraga berat. Jalan cepat 30 menit, naik tangga, atau aktivitas rumah tangga sudah membantu tubuh menggunakan glukosa lebih efektif.

  4. Batasi minuman manis dan kemasan, gula cair lebih cepat menaikkan gula darah dibanding makanan padat, sehingga resikonya sering tidak disadari.

  5. Tidur cukup dan berkualitas, kurang tidur mengganggu hormon insulin dan meningkatkan keinginan konsumsi makanan manis.

  6. Kelola stres dengan cara yang sehat, stres berkepanjangan memicu hormon kortisol yang bisa menaikkan gula darah secara perlahan.

  7. Rutin cek gula darah, terutama yang beresiko, pemeriksaan rutin membantu mendeteksi prediabetes sebelum berkembang menjadi diabetes melitus.

  8. Hindari merokok dan batasi alkohol, kebiasaan ini memperburuk resistensi insulin dan meningkatkan komplikasi diabetes.

  9. Perhatikan asupan lemak, kurangi lemak jenuh dan trans karena dapat memperparah resistensi insulin.

  10. Edukasi diri dan keluarga, semakin paham tanda awal diabetes, semakin cepat pencegahan bisa dilakukan.

Deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup tetap optimal, mulai menjaga kadar gula darah dan menghindari hal-hal yang dapat memicu diabetes melitus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....