Dari Burnout ke Soft Living, Gaya Hidup Baru yang Sedang Viral

  • 17 Mei 2026 07:01 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Capek dikejar target, notifikasi, dan tuntutan hidup serba cepat, banyak anak muda kini memilih hidup lebih pelan lewat tren “soft living”. Fenomena soft living mendadak ramai di media sosial dan menjadi gaya hidup baru di kalangan Generasi Z serta milenial. Tren ini identik dengan hidup lebih tenang, mengurangi tekanan kerja berlebihan, dan lebih memprioritaskan kesehatan mental dibanding budaya hustle yang melelahkan.

Alih-alih terus mengejar produktivitas tanpa henti, banyak anak muda kini mulai menikmati ritme hidup yang lebih seimbang. Mulai dari membatasi lembur, mengurangi tekanan sosial, hingga menyediakan waktu untuk diri sendiri menjadi bagian dari gaya hidup tersebut.

Tren ini muncul seiring meningkatnya kasus burnout pada generasi muda. Penelitian dalam Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) menyebut work-life balance memiliki hubungan kuat dengan tingkat burnout pada Generasi Z. Semakin buruk keseimbangan hidup dan kerja seseorang, semakin tinggi risiko kelelahan mental yang dialami.

Di media sosial, konsep soft life juga dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya kerja berlebihan. Banyak anak muda kini lebih memilih hidup yang nyaman, mindful, dan seimbang dibanding sekadar mengejar pencapaian materi.

Pada akhirnya, tren soft living menunjukkan perubahan cara pandang generasi muda tentang makna sukses. Bagi mereka, hidup tenang dan sehat kini sama pentingnya dengan pencapaian karier.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....