Makan Junk Food Malam Hari Nimbun Lemak Jahat. Mitos atau Fakta?
- 30 Apr 2026 00:48 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kebiasaan menikmati junk food atau makanan cepat saji di malam hari sudah menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Kamis,30 April 2026
Seringkali muncul kekhawatiran bahwa makan malam, terutama jenis junk food, adalah penyebab utama obesitas dan penimbunan lemak jahat.
Lantas, benarkah makan junk food tengah malam otomatis mengubahnya menjadi lemak jahat?
Mitos atau Fakta?
Dilansir RRI dari berbagai sumber, jawabannya adalah FAKTA, namun dengan catatan.
Menurut pandangan medis dan studi gizi terbaru, tubuh manusia tidak secara otomatis mengubah makanan menjadi lemak hanya karena jam menunjukkan angka 10 malam.
Namun, konsumsi junk food yang tinggi kalori, lemak jenuh, dan garam—di malam hari memiliki profil negatif yang lebih tinggi dibandingkan siang hari.
Berikut adalah alasan mengapa junk food di malam hari berakibat buruk bagi kesehatan:
1. Metabolisme melambat, pada malam hari, sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Makanan tidak dicerna seefisien siang hari, menyebabkan sisa kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak.
2. Gangguan hormon dan insulin, makan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, meningkatkan gula darah, dan memicu resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko diabetes dan obesitas.
3. Kualitas tidur menurun, konsumsi makanan berlemak tinggi di malam hari mempengaruhi kualitas tidur, yang juga berakibat pada gangguan metabolisme.
Jika Anda lapar di malam hari, alih-alih memesan makanan cepat saji, sebaiknya pilih makanan yang lebih sehat:
1. Pilih protein ringan (seperti telur rebus).
2. Pilih camilan berserat (buah-buahan).
3. Beri jarak 2-3 jam sebelum tidur agar pencernaan optimal.
Kesimpulannya adalah makan junk food di malam hari adalah cara tercepat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Pilihan makanan yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar jam makan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....