MPASI Fortifikasi vs MPASI Homemade, Mana Lebih Baik untuk Bayi?

  • 24 Apr 2026 21:52 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Perdebatan mengenai pilihan makanan pendamping ASI (MPASI) antara produk fortifikasi (instan) dan homemade (rumahan) masih kerap terjadi di kalangan orang tua. Keduanya dinilai memiliki keunggulan masing-masing, selama kebutuhan gizi bayi tetap terpenuhi.

Bayi usia enam bulan ke atas membutuhkan MPASI untuk melengkapi asupan nutrisi dari ASI, terutama energi, protein, zat besi, dan vitamin. MPASI fortifikasi merupakan produk olahan industri yang telah diperkaya zat gizi mikro seperti zat besi dan zinc, sementara MPASI homemade dibuat dari bahan segar yang diolah langsung di rumah.

Berdasarkan rekomendasi World Health Organization, bayi usia 6–23 bulan membutuhkan makanan yang kaya nutrisi, aman, serta diberikan secara tepat frekuensi dan tekstur. WHO juga menekankan pentingnya kecukupan zat besi yang seringkali menjadi kekurangan pada bayi.

Sejumlah penelitian menunjukkan MPASI fortifikasi memiliki keunggulan dalam kandungan mikronutrien. Studi dalam jurnal Food and Nutrition Bulletin (Dewey & Adu-Afarwuah, 2008) menyebutkan bahwa fortifikasi makanan bayi efektif meningkatkan asupan zat besi dan mencegah anemia pada bayi di negara berkembang.

Namun, penelitian lain menunjukkan MPASI homemade juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bayi. Studi berjudul “Pengaruh Metode Pemberian MP-ASI Instan dan Homemade terhadap Berat Badan Bayi Usia 6 Bulan” dalam Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia (2025) menemukan bayi yang mendapat MPASI homemade mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan MPASI instan. Meski demikian, hasil tersebut dipengaruhi faktor lain seperti variasi menu dan pengetahuan ibu.

Dari sisi keamanan, Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan MPASI fortifikasi aman dikonsumsi karena telah melalui standar produksi dan pengawasan ketat. Sementara MPASI homemade dinilai lebih segar dan minim proses, namun membutuhkan perhatian ekstra dalam kebersihan dan keseimbangan gizi.

Ahli gizi menyarankan orang tua tidak perlu mempertentangkan keduanya. Kombinasi MPASI fortifikasi dan homemade dapat menjadi pilihan, terutama untuk memastikan kecukupan zat gizi sekaligus memberikan variasi makanan bagi bayi.

Dengan demikian, pemilihan MPASI sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keluarga, kemampuan pengolahan makanan, serta kebutuhan bayi. Hal terpenting adalah memastikan makanan yang diberikan bergizi seimbang, aman, dan sesuai tahap perkembangan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....