Bolehkah Makan Kol Bagi Penderita Kolesterol Tinggi?

  • 01 Mar 2026 03:20 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pada umumnya, jenis makanan yang tidak boleh dimakan penderita kolesterol tinggi adalah makanan yang mengandung kadar gula tinggi, kadar lemak jenuh tinggi, makanan cepat saji, dan makanan-makanan UPF (ultra-processed food).

Berikut gridhealth.id merilis Minggu 1 Maret 2026 jenis sayuran yang tidak boleh dimakan penderita kolesterol tinggi, meski umumnya penderita kolesterol tinggi dianjurkan untuk banyak makan sayur. Faktanya, kol boleh dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi selama dimasak dengan cara yang benar dan sehat, seperti direbus.

Akan tetapi, kol bisa menjadi sayur yang tidak boleh dimakan penderita kolesterol tinggi jika dimasak dengan cara yang tidak sehat, seperti digoreng dan dimasak dengan suhu yang sangat tinggi, sehingga kol goreng ini berbahaya untuk penderita kolesterol tinggi karena alasan berikut.

1. Penggorengan Suhu Tinggi Mengubah Struktur Lemak

Memasak dengan suhu yang sangat tinggi bisa menghasilkan senyawa oksidatif yang tidak baik untuk kesehatan jantung. Sayur yang tadinya sehat, jadi berpotensi menyebabkan peradangan di tubuh.

2. Kol Goreng Biasanya Disajikan dengan Makanan Berlemak

Kol goreng sering disajikan bersama menu seperti ayam goreng, bebek goreng, babat goreng, yang semuanya tinggi lemak. Ini sangat tidak baik untuk penderita kolesterol tinggi. Jadi, kol umumnya boleh dimakan penderita kolesterol tinggi selama tidak digoreng dan tidak menggunakan minyak yang telah dipanaskan berkali-kali dalam suhu tinggi.

3. Kol Goreng Menyerap Banyak Minyak

Kol memiliki tekstur berlapis dan berpori, sehingga ketika digoreng, sayuran ini menyerap minyak dalam jumlah besar. Minyak yang dipakai untuk menggoreng biasanya mengandung lemak jenuh yang berbahaya bagi penderita kolesterol tinggi.

4. Menggunakan Minyak yang Dipakai Berulang

Di banyak tempat makan, minyak goreng sering dipakai berkali-kali. Kol goreng yang dimasak dengan minyak yang dipanaskan berulang kali ini bisa menghasilkan lemak trans yang sangat berbahaya bagi penderita kolesterol tinggi, karena bisa menaikkan LDL (kolesterol jahat), menurunkan HDL (kolesterol baik), dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....