Alasan Kenapa Makan Kurma Harus dalam Hitungan Ganjil

  • 25 Feb 2026 23:52 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Mengonsumsi kurma saat berbuka puasa sudah menjadi tradisi yang melekat di kalangan umat Muslim. Bahkan, banyak yang meyakini bahwa jumlah kurma yang dimakan sebaiknya dalam hitungan ganjil, seperti satu, tiga, atau lima butir. Anjuran ini merujuk pada sunnah Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam sejumlah hadis.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Muhammad menyukai jumlah ganjil dalam berbagai amalan, termasuk ketika makan kurma. Salah satu hadis menyebutkan bahwa beliau berbuka dengan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil sebelum melaksanakan salat. Karena itu, banyak umat Islam mengikuti kebiasaan tersebut sebagai bentuk meneladani sunnah.

Selain alasan religius, makan Date palm fruit dalam jumlah ganjil juga tidak memiliki perbedaan khusus dari sisi medis dibandingkan jumlah genap. Manfaat kesehatan kurma tetap sama, baik dikonsumsi satu, dua, atau tiga butir. Yang terpenting adalah porsinya tidak berlebihan, mengingat kurma mengandung gula alami yang cukup tinggi.

Dari sisi filosofi Islam, angka ganjil memiliki makna tersendiri. Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa Allah itu Maha Esa (satu) dan menyukai yang ganjil. Karena itu, praktik mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil lebih bernilai ibadah dan menjadi bagian dari upaya mengikuti kebiasaan Rasulullah.

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa makan kurma dalam jumlah ganjil bukanlah kewajiban, melainkan anjuran. Jika seseorang mengonsumsi kurma dalam jumlah genap, tidak ada larangan atau dosa. Intinya, yang lebih utama adalah menjaga niat, tidak berlebihan, dan tetap memperhatikan keseimbangan asupan gizi saat berbuka puasa.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....