Krisis Tenaga Kesehatan Global, Kerja Luar Negeri Terbuka Lebar

  • 15 Feb 2026 16:11 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Sektor kesehatan global terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis di berbagai negara. Namun, pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan krisis kekurangan tenaga kesehatan yang kini menjadi isu internasional.

Sejumlah negara maju menghadapi ketidakseimbangan antara tingginya permintaan layanan kesehatan dan keterbatasan jumlah tenaga medis. Kondisi ini di picu oleh peningkatan angka harapan hidup, bertambahnya populasi lansia, serta kebutuhan layanan perawatan jangka panjang.

Rina Sulicha selaku kepala bagian humas, Kerjasama, CDC dan OIA Universitas Ahmad Dahlan Aceh dalam perbincangan bersama RRI Meulabohmengatakan bahwa salah satu isu besar saat ini adalah kekurangan tenaga kesehatan (global health workforce shortage).

"Permintaan meningkat, tetapi ketersediaan tenaga tidak mencukupi terutama di negara dengan populasi menua seperti Jepang" Ujar Rina, Kamis 12 Februari 2026

Salah satu negara yang terdampak cukup besar adalah Jepang. Negara tersebut mengalami tantangan demografi akibat rendahnya angka kelahiran dan tingginya jumlah penduduk lanjut usia, sehingga kebutuhan tenaga kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut Rina tenaga kesehatan Indonesia dinilai memiliki kualitas pelayanan yang baik, khususnya dalam aspek patient care. Keramahan, empati, serta kemampuan beradaptasi menjadi nilai tambah yang membuat lulusan kesehatan Indonesia diminati di pasar kerja internasional.

Meski peluang terbuka luas, kendala bahasa masih menjadi tantangan utama. Kemampuan Bahasa Inggris maupun bahasa negara tujuan menjadi syarat penting dalam proses rekrutmen dan adaptasi kerja di luar negeri.

Dengan peningkatan kompetensi bahasa dan sertifikasi profesional, tenaga kesehatan Indonesia berpotensi memanfaatkan peluang kerja global yang terus berkembang, terutama di negara-negara dengan kebutuhan tinggi seperti Jepang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....