Fenomena Doomscrolling, Hiburan atau Ketergantungan
- 27 Jan 2026 11:11 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan dalam mengakses informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena yang dikenal dengan istilah doomscrolling, yakni kebiasaan menggulir media sosial atau portal berita secara terus-menerus untuk membaca informasi negatif seperti bencana, konflik, krisis ekonomi, hingga isu-isu menakutkan lainnya.
Doomscrolling umumnya terjadi tanpa disadari, terutama saat seseorang merasa cemas atau ingin mencari kepastian atas situasi yang sedang terjadi. Sayangnya, paparan informasi negatif secara berlebihan justru dapat memperburuk kondisi psikologis seseorang.
Mengutip laman Universitas Airlangga pada Selasa, 27 Januari 2026, Dosen Psikologi Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR), Atika Dian Ariana MSc MPsi Psikolog menjelaskan bahwa doomscrolling merupakan perilaku kompulsif sebagai manifestasi kecemasan dalam menghadapi ketidakpastian. Manusia pada dasarnya terdorong untuk memahami situasi. Berusaha mengendalikan ketidakpastian, sekaligus memastikan mampu menghadapi ancaman.
Hal ini membuat individu terdorong untuk terus mencari informasi terbaru, meskipun informasi tersebut tidak memberikan solusi. Akibatnya, tubuh terus berada dalam kondisi waspada, yang dalam jangka panjang dapat melelahkan mental dan emosional.
Untuk mengurangi dampak negatif doomscrolling, para ahli menyarankan agar masyarakat mulai membatasi waktu penggunaan gawai, memilih sumber informasi yang terpercaya, serta menyeimbangkan konsumsi berita dengan aktivitas positif seperti olahraga, membaca buku, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Selain itu, penting untuk menyadari kapan tubuh dan pikiran membutuhkan jeda dari arus informasi digital.
Dengan pengelolaan penggunaan media digital yang bijak, masyarakat diharapkan dapat tetap terinformasi tanpa harus mengorbankan kesehatan mental. Kesadaran akan bahaya doomscrolling menjadi langkah awal untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi di era digital saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....