Berikut Ciri-Ciri Infeksi Kelenjar Getah Bening Perlu Diperhatikan
- 08 Des 2025 05:21 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh: Anda mungkin sering mendengar tentang penyakit kelenjar getah bening. Tapi sebenarnya apa sih kelenjar getah bening? Kelenjar getah bening berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
Saat tubuh melawan infeksi, bagian ini bisa mengalami pembengkakan atau peradangan. Kondisi tersebut disebut limfadenitis dan biasanya menjadi sinyal bahwa sistem imun sedang bekerja keras.
Pembengkakan paling sering terjadi di area leher, ketiak, atau selangkangan. Meski sebagian besar tidak berbahaya, penting untuk mengenali ciri-cirinya nya agar tidak terlambat mendapatkan perawatan.
Untuk mengetahui lebih lanjut, popma.com merilis Senin (8/12/25) merangkum 7 ciri-ciri infeksi kelenjar getah bening yang perlu diperhatikan ialah:
1. Benjolan terasa lunak dan dapat digerakkan
Benjolan akibat infeksi biasanya terasa lunak, kenyal, dan bisa digerakkan saat ditekan. Kondisi ini menandakan pembengkakan bersifat reaktif, respon tubuh terhadap infeksi sementara.
Benjolan biasanya mengecil dalam dua hingga empat minggu setelah infeksi mereda, namun jika ukuran terus bertambah atau keras, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Jangan menunda karena lebih baik periksa lebih dini sebelum terlambat.
2. Pembengkakan muncul secara tiba-tiba
Pembengkakan kelenjar bisa muncul hanya dalam satu hingga dua hari setelah tubuh terkena infeksi. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan merupakan reaksi alami tubuh. Kelenjar membesar untuk menampung sel imun yang bekerja melawan infeksi.
Namun, jika pembengkakan disertai demam tinggi, nyeri berat, atau kulit di sekitarnya merah dan panas, kemungkinan ada infeksi bakteri yang memerlukan antibiotik. Jangan asal minum obat dan sebaiknya periksa kepada ahlinya ya, Ma!
3. Disertai demam dan tubuh terasa sangat lelah
Infeksi kelenjar getah bening dapat memicu demam ringan hingga sedang karena tubuh meningkatkan suhu untuk melawan mikroorganisme. Tubuh juga sering terasa lelah, lesu, dan sulit fokus.
Makanan kaya vitamin C dan zinc seperti jeruk, jambu, dan kacang-kacangan dapat mempercepat pemulihan. Apabila demam tidak turun dalam beberapa hari atau tubuh semakin lemah, segera konsultasi dokter untuk memastikan tidak ada infeksi lanjutan.
4. Benjolan tidak mengecil setelah beberapa minggu
Kelenjar getah bening yang sehat akan kembali normal setelah infeksi hilang. Jika benjolan tetap besar, keras, atau tidak bergerak setelah dua hingga empat minggu, itu bisa menjadi tanda kondisi lebih serius.
Pembengkakan ringan bisa sembuh dengan istirahat cukup, banyak minum air putih, dan menjaga daya tahan tubuh. Jika gejala semakin berat, pemeriksaan medis adalah langkah paling aman.
5. Benjolan terasa nyeri saat disentuh
Satu gejala utama infeksi kelenjar getah bening adalah munculnya rasa nyeri ketika disentuh. Benjolan bisa terasa lunak atau nyut-nyutan terutama saat tubuh sedang melawan virus atau bakteri.
Tekanan dari sel imun dan jaringan sekitarnya membuat area tersebut lebih sensitif. Jika benjolan makin nyeri, bertambah besar, atau muncul bersamaan dengan demam yang tak kunjung reda, kemungkinan ada infeksi lebih serius yang memerlukan pemeriksaan medis.
6. Kulit di atas benjolan tampak kemerahan dan terasa hangat
Infeksi menyebabkan peradangan pada jaringan sekitar kelenjar, sehingga kulit di atasnya menjadi merah, hangat, dan terkadang agak bengkak.
Kompres hangat dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi nyeri, tetapi hindari memijat benjolan secara berlebihan karena bisa memperburuk iritasi.
7. Disertai gejala infeksi lain
Infeksi kelenjar getah bening jarang berdiri sendiri. Biasanya, pembengkakan terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti demam, sakit tenggorokan, flu, atau batuk.
Gejala seperti demam, pilek, atau nyeri tenggorokan bisa muncul lebih dulu, lalu diikuti pembengkakan sebagai respon tubuh terhadap infeksi utama. Coba mulai sekarang perhatikan bagian tubuh Anda atau keluarga jika sudah mengalami ciri-ciri ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....