TDMRC USK Gelar IN-SAINTEK 2026, Perkuat Literasi dan Kesiapsiagaan Bencana
- 07 Okt 2026 12:57 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Direktorat Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar program IN-SAINTEK 2026. Mengusung tema “Sains dan Edukasi untuk Resiliensi (SERASI) Risiko Bencana Hidrometeorologi”, program ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.
IN-SAINTEK 2026 berfokus pada risiko bencana hidrometeorologi sebagai respons terhadap Badai Tropis Senyar yang melanda Sumatra pada 2025 serta meningkatnya tantangan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah dunia.
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA., menyampaikan bahwa sejak didirikan pascatsunami 2004, TDMRC telah berkembang menjadi pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi kebencanaan dengan kapasitas riset multidisiplin, sumber daya manusia, serta jejaring kerja sama global.
Ketua TDMRC USK, Prof. Dr. Muksin Umar, mengatakan TDMRC telah menghasilkan berbagai penelitian di bidang kebencanaan, mulai dari pemodelan banjir dan tsunami, risiko multibahaya, kajian sosial-ekonomi, teknologi peringatan dini, hingga tata ruang untuk mitigasi bencana.
Namun, ia menilai tantangan yang dihadapi adalah memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi dan forum akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Aceh.
“Melalui program ini, pengetahuan dan hasil riset kebencanaan diharapkan semakin mudah dipahami dan dimanfaatkan masyarakat sebagai bekal menghadapi berbagai risiko bencana,” menjadi semangat yang mendasari pelaksanaan IN-SAINTEK 2026.
Program tersebut dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama. Pertama, Disaster Science Camp atau DSC 2026 bertema hidrometeorologi yang berlangsung 28 September hingga 2 Oktober 2026 dan diikuti 30 siswa SMA sederajat dari berbagai daerah di Aceh.
Kegiatan kedua berupa Training Siaga Risiko Bencana Hidrometeorologi yang dijadwalkan 7 hingga 8 Oktober 2026. Pelatihan ini menyasar guru dan mahasiswa untuk memperkuat pemahaman serta kapasitas menghadapi risiko bencana.
Selanjutnya, Open House TDMRC USK 2026 akan berlangsung 14 hingga 16 Oktober 2026 sebagai sarana memperkenalkan hasil riset, inovasi, serta peran TDMRC dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kebencanaan kepada masyarakat.
Ketua IN-SAINTEK TDMRC 2026, Ibnu Rusydy, M.Sc., mengatakan Disaster Science Camp menjadi salah satu upaya mengenalkan sains kebencanaan kepada generasi muda.
Secara keseluruhan, IN-SAINTEK 2026 ditargetkan menjangkau sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan. Program ini diharapkan turut meningkatkan literasi kebencanaan dan kepercayaan masyarakat terhadap pendekatan ilmiah dalam mitigasi bencana.
Pelaksanaan IN-SAINTEK 2026 turut didukung Dinas Pendidikan Aceh, Basarnas Provinsi Aceh, Dinas Perhubungan Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Balai Wilayah Sungai, BMKG Blang Bintang, dan BMKG Indrapuri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....