Baterai HP Cepat Menurun? Ini Kebiasaan Mengecas yang Perlu Dihindari

  • 30 Sep 2026 22:36 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Smartphone kini menjadi perangkat yang hampir tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari berkomunikasi, bekerja, mencari informasi, hingga hiburan, berbagai aktivitas bergantung pada perangkat yang satu ini.

Namun, penggunaan dalam jangka panjang membuat kemampuan baterai dapat mengalami penurunan. Daya tahan baterai yang awalnya mampu bertahan seharian bisa berkurang setelah digunakan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Kebiasaan saat mengisi daya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Berdasarkan pembahasan dalam video di kanal YouTube Jagat Review, terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat diperhatikan pengguna untuk membantu menjaga kondisi baterai smartphone.

Jangan Tunggu Baterai Sampai Habis

Smartphone modern umumnya menggunakan baterai lithium-ion atau lithium-polymer. Pengguna tidak perlu menunggu baterai benar-benar habis hingga perangkat mati sebelum mengisi daya.

Mengisi daya ketika baterai sudah berada pada tingkat rendah dapat menjadi pilihan. Pengisian secara bertahap juga bukan masalah bagi baterai modern.

Tidak Harus Selalu 100 Persen

Mengisi daya hingga 100 persen sesekali bukan persoalan. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, pengguna tidak harus selalu menunggu baterai penuh.

Menjaga baterai dalam rentang menengah, misalnya sekitar 20 hingga 80 persen, dapat membantu mengurangi tekanan pada baterai dalam penggunaan jangka panjang. Sejumlah smartphone juga telah menyediakan fitur seperti optimized charging atau pembatasan pengisian.

Waspadai Panas Saat Mengisi Daya

Suhu menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi baterai. Panas berlebih dapat mempercepat degradasi baterai.

Karena itu, pengguna sebaiknya menghindari aktivitas berat seperti bermain gim dengan grafis tinggi ketika smartphone sedang diisi daya, terutama jika perangkat sudah terasa panas.

Pengisian daya juga sebaiknya dilakukan di permukaan yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari meletakkan smartphone di atas kasur atau di bawah bantal karena panas dapat lebih sulit keluar.

Jika casing membuat perangkat terasa terlalu panas saat mengisi daya, pengguna dapat melepasnya sementara.

Mengecas Semalaman, Apakah Aman?

Kekhawatiran bahwa smartphone akan terus menerima daya tanpa henti setelah baterai mencapai 100 persen tidak sepenuhnya sesuai dengan sistem pengisian perangkat modern.

Smartphone saat ini umumnya memiliki sistem manajemen baterai yang mengatur proses pengisian ketika kapasitas sudah penuh. Beberapa perangkat bahkan menyediakan fitur pengisian adaptif untuk mengurangi waktu baterai berada dalam kondisi penuh.

Meski demikian, kondisi lingkungan tetap perlu diperhatikan. Suhu tinggi selama pengisian dapat menjadi masalah tersendiri, sehingga smartphone sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang memerangkap panas.

Pilih Charger dan Kabel Berkualitas

Penggunaan charger dan kabel juga tidak boleh diabaikan. Pengguna disarankan menggunakan aksesori bawaan atau produk dari produsen dan pihak ketiga terpercaya yang memenuhi standar keamanan.

Teknologi fast charging pada smartphone modern umumnya dilengkapi sistem komunikasi antara perangkat dan pengisi daya untuk mengatur kebutuhan daya. Namun, aksesori berkualitas rendah tetap dapat meningkatkan risiko gangguan pada perangkat.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan baterai tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Menghindari kebiasaan membiarkan baterai benar-benar habis, mengurangi paparan panas berlebih, serta menggunakan charger dan kabel yang sesuai merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam penggunaan sehari-hari.

Dengan kebiasaan pengisian daya yang lebih tepat, pengguna dapat membantu mempertahankan performa baterai dan memperpanjang masa penggunaan smartphone.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....