BIN, Komdigi, dan BSSN Perkuat Keamanan Ekosistem Digital

  • 16 Sep 2026 23:34 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) M. Herindra bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi memperkuat koordinasi untuk menjaga keamanan ekosistem digital nasional. Konsolidasi tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi Komite Intelijen Pusat (Kominpus) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.

Rapat dipimpin Kepala BIN selaku Kepala Komite Intelijen Pusat (Kominpus) dan dihadiri Kepala BSSN serta jajaran pimpinan dan perwakilan unsur intelijen, pertahanan, keamanan, penegakan hukum, dan kementerian/lembaga terkait, termasuk TNI, Polri dan Kementerian Pertahanan.

Kegiatan tersebut menjadi rapat koordinasi Kominpus yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Kantor BIN, dengan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai tuan rumah.

Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan, perkembangan teknologi telah menjadikan ruang digital sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus kepentingan strategis nasional. Karena itu, keamanan ekosistem digital membutuhkan koordinasi dan pertukaran informasi lintas kementerian dan lembaga.

“Keamanan ekosistem digital nasional merupakan tanggung jawab bersama. Kita perlu memastikan bahwa perkembangan teknologi dan ruang digital Indonesia berjalan seiring dengan kemampuan kita dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons berbagai potensi ancaman,” ujar Meutya.

Menurutnya, rapat Kominpus menjadi ruang konsolidasi untuk membahas perkembangan situasi strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional, termasuk dinamika dan potensi ancaman di ruang digital.

Salah satu pembahasan diarahkan pada percepatan penanganan konten negatif, seperti konten terorisme, pornografi anak, narkoba, judi online, serta disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian.

“Konten negatif memiliki dampak yang nyata terhadap keamanan dan masyarakat. Karena itu, sinergi antarlembaga harus diperkuat agar penanganannya semakin cepat, tepat, dan terukur,” tuturnya.

Meutya menambahkan, informasi intelijen dan kemampuan keamanan siber menjadi bagian penting dalam mendeteksi perkembangan ancaman sejak dini sekaligus menyusun langkah respons yang sesuai.

“Koordinasi seperti ini penting agar informasi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat menjadi dasar pengambilan langkah yang lebih cepat dan terukur. Kita ingin membangun ekosistem digital yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga aman, tangguh, dan terlindungi,” jelas Meutya.

Ia menekankan, penguatan keamanan digital harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik.

Semakin luas aktivitas masyarakat dan negara berlangsung di ruang digital, kata Meutya, semakin penting pula memastikan keamanan, perlindungan, dan tata kelola sistem digital.

“Kita harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital Indonesia melalui keamanan, perlindungan, dan tata kelola yang kuat,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....