Dari Limbah Jadi Peluang, Mahasiswa UTU Sulap Ampas Tebu Menjadi Pasir Kucing

  • 13 Sep 2026 11:35 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Limbah ampas tebu yang cukup mudah dijumpai di Aceh Barat menginspirasi lima mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) untuk menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Mereka mengembangkan Kitty Cane, pasir kucing berbahan dasar ampas tebu dengan teknologi Odor-Lock melalui kegiatan bertajuk “Pasir Kucing Berbasis Ampas Tebu dengan Teknologi Odor-Lock sebagai Produk Eco-Friendly Bernilai Ekonomis.”

Kitty Cane dikembangkan sebagai alternatif pasir kucing konvensional yang umumnya menggunakan bahan seperti bentonite dan silika. Ampas tebu dimanfaatkan karena memiliki struktur serat yang berpotensi sebagai bahan penyerap alami. Produk ini dikembangkan agar memiliki daya serap yang baik, mudah terurai, rendah debu, serta membantu mengendalikan bau melalui mekanisme adsorpsi amonia.

Tim Kitty Cane terdiri atas lima mahasiswa lintas program studi, yakni Fathul Ula dari Teknik Informatika, Nurmaqfirah dan Radiman Saputra dari Ekonomi Pembangunan, Cut Putri Asyura dari Prodi Gizi, serta Nurul Zafira Ridwan dari Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris. Kelima mahasiswa tersebut berada di bawah bimbingan Rusma Setiyana, S.Pd.I., M.Pd. Kolaborasi lintas disiplin dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai aspek usaha, mulai dari produk, pengelolaan bisnis, pemasaran digital hingga komunikasi dan branding.

Menurut Rusma Setiyana, pengembangan Kitty Cane tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi ruang belajar kewirausahaan bagi mahasiswa. “Kitty Cane bukan sekadar upaya menciptakan pasir kucing alternatif, tetapi juga bagaimana mahasiswa belajar melihat persoalan di sekitar sebagai peluang inovasi. Kolaborasi mahasiswa dari berbagai program studi menjadi kekuatan karena setiap anggota dapat memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuannya, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran,” ujarnya.

Melalui Kitty Cane, tim mahasiswa UTU berupaya mempertemukan kepedulian terhadap lingkungan, kebutuhan pecinta kucing, dan peluang ekonomi dalam satu produk. Inovasi ini menunjukkan bahwa limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....