Dua Gerhana Terjadi Agustus 2026, Indonesia Berpotensi Saksikan Salah Satunya
- 03 Agt 2026 20:41 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- Dua gerhana yang terjadi pada Agustus 2026 dipastikan tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia berdasarkan data astronomi resmi
- Gerhana Matahari Total terjadi pada 12 Agustus 2026 dengan puncak pukul 00.46 WIB (13 Agustus)
- Posisi geografis Indonesia berada di luar jalur pengamatan kedua peristiwa gerhana tersebut
RRI.CO.ID, Meulaboh - Dua fenomena gerhana yang terjadi pada Agustus 2026 dipastikan tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Hal ini berdasarkan data astronomi resmi yang menunjukkan posisi geografis Indonesia berada di luar jalur pengamatan kedua peristiwa tersebut.
Fenomena pertama adalah Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 12 Agustus 2026. Secara internasional, puncak gerhana berlangsung pada pukul 17.46 UTC atau 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB. Jalur totalitas hanya melintasi wilayah belahan Bumi utara, seperti Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Rusia bagian utara, hingga Spanyol.
Para ahli menjelaskan, saat gerhana matahari berlangsung di wilayah tersebut, Indonesia berada dalam kondisi malam hari. Posisi Matahari yang berada di bawah horizon menyebabkan fenomena ini tidak dapat diamati, baik dalam fase sebagian maupun total.
Sementara itu, fenomena kedua adalah Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi pada 28 Agustus 2026. Puncak gerhana berlangsung pada pukul 04.12 UTC atau sekitar pukul 11.12 WIB. Gerhana ini dapat disaksikan di sebagian besar wilayah Amerika, Samudra Pasifik, Australia, Selandia Baru, serta sebagian Asia Timur.
Namun, masyarakat Indonesia kembali tidak dapat menyaksikan peristiwa ini karena terjadi pada siang hari. Pada waktu tersebut, posisi Bulan masih berada di bawah horizon dan belum terbit di wilayah Indonesia.
Sebelumnya, sempat beredar informasi yang menyebutkan kedua fenomena ini berpotensi terlihat dari Indonesia. Namun, data astronomi memastikan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta merujuk pada sumber resmi terkait fenomena astronomi. Meski tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia, kedua gerhana tersebut tetap menjadi peristiwa astronomi penting yang menarik perhatian dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....