UTU di cokbang sabang sinergikan pendidikan penguatan industri kakao lokal

  • 04 Agt 2026 15:15 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Sabang – Program Studi Agribisnis Universitas Teuku Umar (UTU) secara resmi mengantarkan enam orang mahasiswa untuk mengikuti program magang berdampak di Cokbang, unit usaha unggulan Koperasi Produsen Kakao Jaya Mandiri di Sabang, pada awal Agustus. Senin,3 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga bulan hingga Oktober 2026 ini merupakan implementasi nyata dari konsep kampus berdampak yang dicanangkan dalam kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus bentuk komitmen Prodi Agribisnis dalam menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Program magang yang dijalani oleh mahasiswa bukan sekadar kewajiban akademik untuk memenuhi angka kredit, melainkan program "magang berdampak" yang dirancang untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan unit usaha. Berbeda dengan magang konvensional, dalam program ini mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar atau pengamat di perusahaan, tetapi diharapkan menjadi bagian dari solusi dan kontributor aktif bagi pengembangan Cokbang .

Magang Berdampak dan Kampus Berdampak

Program ini sejalan dengan transformasi kebijakan nasional yang mengubah program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) menjadi Magang Berdampak, dengan penekanan pada kontribusi nyata mahasiswa terhadap tantangan di masyarakat dan industri .

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah menetapkan bahwa program magang harus memberikan dampak yang terukur, baik bagi mahasiswa, perusahaan mitra, maupun masyarakat luas .

Dosen Pembimbing Safrika S.P., M.M., dalam arahannya kepada mahasiswa, menegaskan bahwa Cokbang merupakan mitra strategis yang memiliki posisi penting dalam rantai pasok agribisnis kakao di Aceh. Beliau mengingatkan bahwa dunia agribisnis saat ini sedang mengalami transformasi yang sangat pesat.

Tantangan ke depan tidak hanya tentang bagaimana menghasilkan produk pertanian, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem yang efisien, bernilai tambah, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Prodi Agribisnis terus berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori di kelas, tetapi juga pada pengalaman langsung di lapangan.

"Magang adalah momentum emas untuk membangun relasi. Serap ilmu dari para profesional, berkolaborasi dengan tim, dan pelajari budaya kerja di perusahaan berskala besar," pesan Safrika kepada keenam mahasiswa. Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan ilmu manajemen pemasaran, manajemen rantai pasok, ekonomi pertanian, serta kewirausahaan yang sudah dipelajari di kampus untuk mendukung kemajuan Cokbang.

Cokbang: Ikon Hilirisasi Kakao Sabang

Cokbang atau Coklat Sabang adalah unit usaha unggulan Koperasi Produsen Kakao Jaya Mandiri yang berfokus pada pengolahan biji kakao asli Sabang menjadi produk cokelat berkualitas tinggi . Unit usaha yang mulai beroperasi sejak Januari 2022 ini berdiri dari keprihatinan terhadap kondisi petani kakao di Sabang yang sebelumnya hanya menjual biji kakao dengan harga rendah, berkisar Rp13 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram .

Melalui pendampingan intensif kepada sekitar 30 petani binaan, Cokbang berhasil meningkatkan harga kakao hingga Rp70 ribu per kilogram untuk kakao konvensional dan Rp150 ribu per kilogram untuk kakao fermentasi . Saat ini, Cokbang telah mengembangkan 14 jenis produk olahan kakao, mulai dari cokelat batangan, bubuk cokelat, hingga minuman herbal dari kulit kakao, dengan omzet yang meningkat dari puluhan juta menjadi ratusan juta rupiah per tahun .

Keberhasilan ini menjadikan Cokbang sebagai model hilirisasi kakao yang sukses di Aceh dan telah menjadi ikon oleh-oleh khas Sabang .

Dosen Berdampak dan Mahasiswa Berdampak

Program magang ini juga merupakan wujud nyata dari konsep dosen berdampak, di mana dosen pembimbing tidak hanya memberikan arahan akademik tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pendamping teknis, dan penghubung antara dunia akademik dengan dunia usaha. Dalam program ini, dosen bertanggung jawab memastikan bahwa pengalaman magang mahasiswa selaras dengan capaian pembelajaran program studi dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak .

Hal ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang mendorong aktivitas dosen di luar kampus dan keterlibatan dalam pengembangan mitra industri .

Bagi mahasiswa, program magang di Cokbang memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam konteks bisnis nyata. Mereka akan terlibat langsung dalam berbagai aspek operasional unit usaha, mulai dari manajemen produksi, pengendalian mutu, strategi pemasaran, hingga pengelolaan rantai pasok kakao. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk terjun ke dunia kerja atau menjadi wirausahawan muda di bidang agribisnis.

Pesan dan Harapan

Dalam kesempatan tersebut, Safrika menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Cokbang yang telah membuka pintu dan memberikan kepercayaan kepada mahasiswa UTU. Beliau berharap sinergi antara Prodi Agribisnis UTU dan Cokbang dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, serta menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dengan unit usaha lokal dalam mendorong hilirisasi komoditas pertanian.

"Kami percaya, setelah menyelesaikan program ini, mahasiswa akan kembali dengan wawasan baru yang tidak hanya memperkaya diri sendiri, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk terjun di dunia kerja atau menjadi wirausahawan muda di bidang agribisnis," pungkas Safrika.

Program magang di Cokbang ini merupakan langkah strategis Prodi Agribisnis UTU dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berdampak—menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaborasi tim, dan etos kerja yang mumpuni .

Dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan agribisnis di era transformasi digital dan ekonomi berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....