UTU Olah Enceng Gondok Jadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan
- 29 Jul 2026 16:24 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Tim Periset Universitas Teuku Umar (UTU) Program Bestari Sainttech memanfaatkan enceng gondok yang selama ini memenuhi perairan Danau Geunang Geudong, Kabupaten Aceh Barat, menjadi pupuk organik. Inovasi tersebut diharapkan menjadi solusi terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Ketua Tim Periset UTU Program Bestari Sainttech, Dr. Kharun Nisa, dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Meulaboh,, mengatakan enceng gondok memiliki kandungan unsur hara yang tinggi, terutama nitrogen (N) dan fosfor (P), sehingga sangat baik dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.
Ia menjelaskan, pertumbuhan enceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Tanaman tersebut menutupi permukaan danau sehingga mengurangi kadar oksigen di dalam air yang berdampak pada menurunnya populasi ikan dan kualitas lingkungan.
Menurut Kharun Nisa, penelitian mengenai pemanfaatan enceng gondok telah dimulai sejak 2017. Dari hasil riset tersebut ditemukan bahwa tanaman air itu mudah diolah menjadi kompos dengan kandungan unsur hara yang tinggi. Bahkan, hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas pupuk organik berbahan enceng gondok berada di atas Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Sejak penelitian awal tersebut, kami terus mengembangkan inovasi ini melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas," ujarnya.
Selain dijadikan pupuk organik, enceng gondok juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sementara di Aceh Barat, tanaman tersebut selama ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan anyaman di Kecamatan Arongan Lambalek.
Ia menambahkan, Aceh memiliki potensi sumber daya organik lain yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti kotoran ternak, hijauan, dan jerami. Bahan-bahan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah apabila diolah menjadi pupuk organik dan digunakan secara berimbang dengan pupuk kimia.
Saat ini, kondisi Danau Geunang Geudong diperkirakan telah tertutup enceng gondok hingga sekitar 70 persen dari luas permukaan airnya. Karena itu, tim periset bersama pemerintah desa mulai mengembangkan program pemanfaatan enceng gondok agar keberadaan danau yang sebelumnya menjadi habitat berbagai jenis ikan dan objek wisata dapat kembali pulih.
Program tersebut merupakan bagian dari proyek LPDP Universitas Teuku Umar. Dalam pelaksanaannya, tim akan menggandeng Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pertanian, serta pemerintah desa untuk menggelar pelatihan pengolahan enceng gondok menjadi kompos.
Masyarakat Desa Pasi Pinang telah menyatakan kesiapan mengikuti pelatihan tersebut. Diharapkan, pemanfaatan enceng gondok dapat membantu petani menekan biaya produksi, meningkatkan kesuburan tanah, sekaligus memberi dampak positif bagi kawasan lain seperti Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, dan Suak Ribee.
Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi petani, tetapi juga mendukung pengembangan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), sektor pariwisata, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Geunang Geudong juga berpeluang dikembangkan sebagai desa wisata berbasis agrowisata organik dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....