Benarkah Mode Incognito Benar-Benar Rahasia?
- 29 Jul 2026 14:10 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Mode Incognito atau mode penyamaran menjadi salah satu fitur yang banyak digunakan pada peramban internet. Tidak sedikit pengguna yang menganggap fitur ini mampu menyembunyikan seluruh aktivitas mereka di dunia maya. Padahal, para ahli menegaskan bahwa Mode Incognito hanya memberikan perlindungan terbatas dan bukan berarti aktivitas pengguna menjadi sepenuhnya anonim di internet.
Mode Incognito merupakan fitur yang tersedia pada berbagai peramban web untuk mencegah penyimpanan riwayat penelusuran, cookie, serta data formulir pada perangkat setelah sesi penjelajahan ditutup. Dengan demikian, orang lain yang menggunakan perangkat yang sama tidak dapat dengan mudah melihat situs yang sebelumnya dikunjungi.
Pakar keamanan siber dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa banyak masyarakat memiliki pemahaman yang keliru mengenai fungsi Mode Incognito. Menurutnya, fitur tersebut hanya melindungi privasi pengguna di tingkat perangkat, bukan menyembunyikan identitas pengguna dari penyedia layanan internet, situs web yang dikunjungi, maupun administrator jaringan.
"Mode Incognito bukanlah alat untuk menjadi tidak terlihat di internet. Aktivitas pengguna masih dapat diketahui oleh penyedia layanan internet (ISP), perusahaan tempat bekerja atau sekolah jika menggunakan jaringan mereka, serta pengelola situs yang diakses," jelas Prof. Budi.
Selain itu, apabila pengguna masuk (login) ke akun seperti email, media sosial, atau layanan pencarian, aktivitas yang dilakukan tetap dapat dikaitkan dengan akun tersebut. Mode Incognito tidak menghentikan situs web mengumpulkan data yang diperlukan untuk menjalankan layanannya, termasuk informasi mengenai perangkat, alamat IP, maupun aktivitas yang dilakukan selama pengguna masih masuk ke akun.
Meski demikian, Mode Incognito tetap memiliki manfaat. Fitur ini membantu menjaga privasi ketika menggunakan komputer bersama, misalnya di perpustakaan, kantor, atau warnet, karena riwayat pencarian dan cookie tidak disimpan setelah jendela ditutup. Mode ini juga berguna ketika ingin masuk ke akun lain tanpa harus keluar dari akun utama yang sedang aktif di jendela biasa.
Prof. Budi menambahkan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara privasi dan anonimitas. Privasi berkaitan dengan mencegah orang lain yang menggunakan perangkat yang sama melihat aktivitas kita, sedangkan anonimitas berarti menyembunyikan identitas dari pihak lain di internet. Mode Incognito hanya membantu pada aspek privasi lokal, bukan memberikan anonimitas penuh.
Untuk meningkatkan keamanan saat berselancar di internet, para ahli menyarankan masyarakat menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, mengaktifkan autentikasi dua faktor, memperbarui perangkat lunak secara berkala, serta berhati-hati terhadap tautan atau situs yang mencurigakan. Kebiasaan tersebut dinilai jauh lebih efektif dalam melindungi data pribadi dibandingkan hanya mengandalkan Mode Incognito.
Para ahli juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan Mode Incognito sebagai alasan untuk merasa aman melakukan aktivitas berisiko atau mengakses situs yang tidak terpercaya. Kesadaran akan keamanan digital dan pemahaman terhadap cara kerja internet tetap menjadi kunci utama dalam menjaga data pribadi.
Dengan semakin meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital, literasi mengenai keamanan siber menjadi semakin penting. Mode Incognito merupakan fitur yang bermanfaat untuk menjaga privasi pada perangkat, tetapi bukan alat yang dapat menyembunyikan seluruh jejak pengguna di internet. Memahami fungsi sebenarnya dari fitur ini akan membantu masyarakat menggunakan teknologi secara lebih bijak dan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....