PPK Ormawa HMTS–PKMBR UTU Wujudkan Kemandirian Air Bersih di Desa Pasi Birah Wayla

  • 28 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Universitas Teuku Umar berkolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PKMBR) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perakitan Alat dan Media Filter Air Bersih di Meunasah Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyediakan air bersih secara mandiri melalui penerapan teknologi filtrasi sederhana yang mudah diterapkan, ekonomis, dan berkelanjutan. Bimbingan teknis dihadiri oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) PPK.

Ormawa sekaligus Ketua Tim PKMBR, Ir. Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T., IPM, tim pelaksana PPK Ormawa HMTS, volunteer dari mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Teuku Umar, masyarakat Desa Pasi Birah yang terdiri atas kelompok pemuda dan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) SIGA Air, serta perangkat desa yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutannya, Fahri Dwi Alfhi selaku ketua PPK Ormawa menyampaikan bahwa keberhasilan program penyediaan air bersih tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan, merawat, dan memperbaiki sistem yang telah dibangun. Dosen Pendamping Lapangan (DPL) PPK Ormawa sekaligus Ketua Tim PKMBR, Ir. Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T., IPM, menyampaikan bahwa melalui bimbingan teknis ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi pengelola teknologi air bersih secara mandiri sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga.

Pada sesi teknis, Aldi Al-Ihsan, Ronald Wijaya, dan Agung selaku Tim Teknis Filter Air mempresentasikan latar belakang pengembangan teknologi filtrasi yang sebelumnya telah diimplementasikan di Desa Pasi Birah sebagai solusi terhadap permasalahan kualitas air yang masih keruh dan mengandung partikel tersuspensi. Tim menjelaskan bahwa sistem filtrasi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi lokal sehingga mudah direplikasi oleh masyarakat menggunakan material yang relatif mudah diperoleh. Peserta kemudian diperkenalkan dengan komponen utama penyusun filter beserta fungsi masing-masing media filtrasi. Media yang digunakan meliputi ijuk, spons pemisah antar media, batu karang, pasir zeolit, arang batok kelapa, pasir silika, pasir halus, kapas, dan kain saring halus. Setiap lapisan dijelaskan perannya, mulai dari penyaringan partikel kasar, penurunan kekeruhan, penyerapan bau dan warna, hingga penyaringan partikel halus sehingga kualitas air menjadi lebih baik.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan demonstrasi langsung perakitan alat filter air. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk memasang media filter, melakukan pengujian awal aliran air, serta memahami prosedur pengoperasian alat agar sistem dapat bekerja secara optimal. Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa HMTS bersama Tim PKMBR berharap masyarakat Desa Pasi Birah Wayla memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam merakit, mengoperasikan, dan memelihara sistem filtrasi air bersih secara mandiri. Dengan demikian, keberlanjutan program penyediaan air bersih dapat terus terjaga serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....