Mengapa Sinyal HP Hilang di dalam Lift?

  • 27 Jul 2026 16:19 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Banyak orang pernah mengalami sinyal telepon seluler tiba-tiba melemah atau bahkan hilang saat berada di dalam lift. Kondisi tersebut sering membuat panggilan terputus, pesan tertunda terkirim, hingga koneksi internet tidak dapat digunakan. Fenomena ini ternyata bukan disebabkan oleh kerusakan pada ponsel, melainkan berkaitan dengan cara gelombang radio merambat dan karakteristik konstruksi bangunan.

Pakar telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ismail, menjelaskan bahwa komunikasi seluler bergantung pada gelombang radio yang dipancarkan dari Base Transceiver Station (BTS) menuju perangkat pengguna. Agar komunikasi berjalan lancar, gelombang radio harus dapat mencapai ponsel dengan kekuatan sinyal yang memadai.

Menurut Prof. Ismail, lift umumnya dibuat menggunakan material logam seperti baja dan aluminium yang berfungsi memberikan kekuatan struktur sekaligus menjamin keselamatan penumpang. Namun, material logam juga memiliki sifat yang dapat memantulkan dan menghalangi sebagian gelombang radio sehingga sinyal dari BTS menjadi jauh lebih sulit menembus ke dalam kabin lift.

Fenomena tersebut dikenal sebagai efek sangkar Faraday (Faraday cage effect). Pada kondisi ini, ruang yang dikelilingi material konduktor seperti logam dapat mengurangi masuknya sinyal elektromagnetik dari luar. Akibatnya, ponsel kesulitan menerima maupun mengirim sinyal ke jaringan seluler ketika berada di dalam lift.

Selain material logam, lokasi lift yang berada di bagian tengah gedung juga turut memengaruhi kualitas sinyal. Semakin banyak lapisan beton, baja, dan dinding yang harus ditembus gelombang radio, semakin besar pula pelemahan sinyal yang terjadi sebelum mencapai perangkat pengguna.

Kondisi tersebut tidak hanya dialami pada jaringan 4G atau 5G, tetapi juga dapat terjadi pada jaringan generasi sebelumnya. Meski teknologi jaringan seluler terus berkembang, hukum dasar perambatan gelombang radio tetap berlaku sehingga hambatan fisik masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas sinyal.

Prof. Ismail menambahkan bahwa sejumlah gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit kini telah memasang Distributed Antenna System (DAS) atau penguat sinyal di dalam gedung. Sistem tersebut berfungsi mendistribusikan sinyal seluler ke area-area yang sulit dijangkau, termasuk koridor, ruang bawah tanah, dan beberapa area di sekitar lift. Namun, di dalam kabin lift sendiri kualitas sinyal masih dapat berubah-ubah tergantung desain bangunan dan instalasi jaringan.

Para ahli mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu bergantung pada koneksi internet saat berada di dalam lift, terutama ketika melakukan panggilan penting, transaksi digital, atau mengunduh data berukuran besar. Jika memungkinkan, aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan sebelum memasuki lift atau setelah keluar dari lift agar koneksi lebih stabil.

Selain itu, pengguna tidak perlu khawatir apabila indikator sinyal turun secara drastis saat berada di dalam lift. Dalam sebagian besar kasus, sinyal akan kembali normal beberapa saat setelah pintu lift terbuka atau ketika perangkat kembali berada di area dengan cakupan jaringan yang lebih baik.

Fenomena hilangnya sinyal di dalam lift menunjukkan bahwa kualitas komunikasi seluler tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi jaringan, tetapi juga oleh lingkungan fisik di sekitarnya. Dengan memahami penyebabnya, masyarakat diharapkan dapat menggunakan perangkat komunikasi secara lebih bijak serta memahami bahwa gangguan sinyal dalam kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dan sesuai dengan prinsip kerja gelombang radio.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....