Password Mulai Ditinggalkan, Apa Itu Passkey?

  • 23 Jul 2026 23:07 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Perkembangan teknologi keamanan digital terus mengalami kemajuan. Salah satu inovasi yang kini mulai banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan teknologi adalah passkey, sebuah metode autentikasi yang digadang-gadang mampu menggantikan penggunaan password atau kata sandi konvensional. Teknologi ini dinilai lebih aman sekaligus lebih praktis bagi pengguna.

Selama bertahun-tahun, password menjadi lapisan utama dalam melindungi akun digital. Namun, penggunaan kata sandi yang lemah, penggunaan password yang sama untuk banyak akun, hingga maraknya serangan phishing membuat metode ini dinilai semakin rentan terhadap penyalahgunaan oleh pelaku kejahatan siber.

Pakar keamanan siber, Dr. Rudi Hartono, M.Kom., menjelaskan bahwa passkey merupakan metode autentikasi yang memanfaatkan teknologi kriptografi kunci publik. Berbeda dengan password yang harus diingat dan diketik oleh pengguna, passkey bekerja menggunakan sepasang kunci digital, yakni kunci publik yang disimpan oleh layanan digital dan kunci privat yang tersimpan aman di perangkat pengguna.

Menurut Dr. Rudi, proses masuk ke akun menggunakan passkey jauh lebih sederhana. Pengguna cukup melakukan verifikasi menggunakan sidik jari, pemindaian wajah, atau PIN perangkat. Setelah identitas pengguna dipastikan benar, sistem akan melakukan autentikasi secara otomatis tanpa perlu memasukkan password.

Keunggulan utama passkey adalah kemampuannya mengurangi risiko pencurian akun melalui phishing. Karena pengguna tidak lagi mengetik password di halaman masuk, pelaku kejahatan siber akan lebih sulit memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk mengambil alih akun. Selain itu, passkey juga dirancang agar tidak dapat digunakan pada situs palsu yang meniru halaman login layanan resmi.

Saat ini, sejumlah perusahaan teknologi besar telah mulai mendukung penggunaan passkey pada berbagai layanan digital mereka. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari upaya industri untuk meningkatkan keamanan pengguna sekaligus mengurangi ketergantungan pada password yang selama ini menjadi sasaran utama berbagai bentuk serangan siber.

Meski menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi, penggunaan passkey tetap memerlukan perhatian dari pengguna. Perangkat yang digunakan sebaiknya dilindungi dengan PIN, sidik jari, atau pengenalan wajah yang aman. Selain itu, pengguna juga disarankan mengaktifkan opsi pemulihan akun agar tetap dapat mengakses layanan apabila perangkat utama hilang atau mengalami kerusakan.

Dr. Rudi menambahkan bahwa passkey bukan berarti membuat masyarakat boleh mengabaikan keamanan digital lainnya. Pengguna tetap perlu berhati-hati terhadap tautan mencurigakan, tidak membagikan kode verifikasi kepada orang lain, serta selalu memperbarui sistem operasi perangkat untuk mendapatkan perlindungan keamanan terbaru.

Perkembangan teknologi seperti passkey menunjukkan bahwa keamanan digital terus beradaptasi menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. Di masa mendatang, metode autentikasi berbasis biometrik dan kriptografi diperkirakan akan semakin luas digunakan pada layanan perbankan, pemerintahan, pendidikan, hingga aplikasi sehari-hari.

Dengan semakin banyaknya layanan yang mengadopsi passkey, masyarakat diharapkan mulai mengenal teknologi ini sebagai langkah baru dalam menjaga keamanan akun digital. Para ahli menilai bahwa kombinasi teknologi yang lebih aman, literasi digital yang baik, dan kewaspadaan pengguna akan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan keamanan siber di era digital.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....