Integrasi Data Digital Didorong Tingkatkan Tata Kelola Perguruan Tinggi

  • 21 Jul 2026 15:28 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Teuku Umar (UTU), Zulfirman, mengembangkan proyek perubahan berupa transformasi tata kelola perguruan tinggi melalui integrasi data digital sebagai bagian dari Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data di perguruan tinggi.

Dalam Program Sore Ceria RRI Pro 2 Meulaboh, Senin (20/7/2026), Zulfirman menjelaskan bahwa peserta PKN Tingkat I diwajibkan menghadirkan inovasi yang memiliki dampak luas, tidak hanya bagi instansi asal tetapi juga dapat diterapkan secara nasional.

"Kami dituntut membuat inovasi yang tidak hanya berdampak pada Universitas Teuku Umar, tetapi juga harus berskala nasional," ujar Zulfirman.

Menurutnya, pengelolaan data di banyak perguruan tinggi saat ini masih berjalan secara terpisah sehingga dosen maupun tenaga kependidikan harus menginput data yang sama ke berbagai aplikasi berbeda. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien dan menyulitkan proses penyusunan kebijakan.

Melalui proyek perubahan tersebut, seluruh data yang berkaitan dengan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga data kepegawaian, akan diintegrasikan ke dalam satu sistem sehingga proses penginputan hanya dilakukan satu kali.

"Dengan sistem ini dosen cukup sekali menginput data dan akan terintegrasi ke seluruh sistem yang dibutuhkan," katanya.

Selain meningkatkan efisiensi administrasi, sistem tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan duplikasi penelitian serta memastikan hasil riset yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kita ingin semua penelitian dan pengabdian bisa diaplikasikan, tidak hanya menjadi laporan di perpustakaan, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Zulfirman mengatakan proyek perubahan tersebut dirancang dalam tahapan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang selama dua tahun. Saat ini, tim masih melakukan koordinasi serta pemetaan kebutuhan pengguna sebelum sistem diimplementasikan secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....