UTU Kembangkan Model Sosio-Tekno Smart Farming Antisipasi Krisis Pangan Aceh Bara
- 13 Jul 2026 17:04 WIB
- Meulaboh
Poin Utama
- FISIP UTU mengembangkan model pertanian sosio-tekno smart farming yang menggabungkan sawah terpal, budidaya ikan, dan panel surya sebagai antisipasi berkurangnya lahan pertanian dalam 10-20 tahun ke depan
- Inovasi ini dirancang sebagai solusi bagi generasi muda agar tetap dapat bertani dengan lahan terbatas melalui pemanfaatan teknologi yang efisien dan berkelanjutan
RRI.CO.ID, Meulaboh – Universitas Teuku Umar (UTU) mengembangkan model pertanian sosio-tekno smart farming sebagai inovasi budidaya padi. Inovasi ini sebagau langkah menghadapi ancaman berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan di masa mendatang.
Program hibah internal yang dibiayai melalui PNBP UTU itu diterapkan di Desa Pucok Lhung, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.
Dosen Prodi Sosiologi FISIP UTU, Ricky Yulianda, S.Sos., M.Si., mengatakan model tersebut dirancang sebagai solusi bagi generasi muda agar tetap dapat bertani meski memiliki lahan yang terbatas dengan memanfaatkan teknologi.
"Program ini bukan hanya untuk kondisi saat ini, tetapi sebagai antisipasi 10 hingga 20 tahun ke depan ketika lahan persawahan semakin terbatas," ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep awal menggunakan sawah terapung diubah setelah berdiskusi dengan kelompok tani karena dinilai kurang sesuai.
Sebagai gantinya, dikembangkan sistem sawah yang dipadukan dengan kolam terpal untuk budidaya ikan serta direncanakan didukung panel surya (PLTS) guna menghemat energi.
Sebanyak 31 petani mengikuti kegiatan tersebut untuk mempelajari penerapan pertanian modern berbasis teknologi.
Menurut Ricky, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani terhadap inovasi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....