Fenomena Strawberry Moon Hiasi Langit Malam
- 29 Jun 2026 23:58 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Masyarakat berkesempatan menyaksikan fenomena Strawberry Moon yang menghiasi langit pada 29 hingga 30 Juni. Fenomena ini merupakan bulan purnama yang muncul setiap bulan Juni dan dapat diamati dengan mata telanjang apabila kondisi cuaca cerah. Meski namanya mengandung kata "stroberi", bulan tersebut tidak benar-benar berwarna merah muda atau menyerupai buah stroberi.
Istilah Strawberry Moon berasal dari tradisi suku asli Amerika Utara, khususnya suku Algonquin, yang menggunakan nama tersebut untuk menandai musim panen stroberi liar. Seiring waktu, nama ini digunakan secara luas untuk menyebut bulan purnama yang terjadi pada bulan Juni dan tidak berkaitan dengan perubahan warna bulan.
Astronom sekaligus dosen astronomi, Dr. Andi Pangerang Hasanuddin, menjelaskan bahwa warna bulan saat terbit terkadang tampak kekuningan, jingga, bahkan kemerahan. Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi ketika bulan berada rendah di dekat cakrawala, bukan karena fenomena khusus yang mengubah warna bulan.
Dr. Andi menambahkan bahwa fenomena Strawberry Moon merupakan peristiwa astronomi yang rutin terjadi setiap tahun dan dapat dinikmati tanpa menggunakan teleskop. Namun, penggunaan teropong atau kamera dengan lensa telefoto dapat membantu masyarakat mengamati detail permukaan bulan dengan lebih jelas.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati fenomena tersebut, pengamatan sebaiknya dilakukan sesaat setelah matahari terbenam dari lokasi yang memiliki pandangan terbuka ke arah timur hingga tenggara, seperti lapangan, pantai, atau perbukitan. Kondisi langit yang cerah tanpa tutupan awan akan memberikan pengalaman mengamati bulan yang lebih baik.
Selain menjadi objek pengamatan para pecinta astronomi, fenomena bulan purnama juga kerap dimanfaatkan oleh para fotografer untuk mengabadikan keindahan langit malam. Efek optik saat bulan berada di dekat horizon membuat bulan tampak lebih besar dibandingkan ketika berada tinggi di langit, meskipun ukuran sebenarnya tidak berubah.
Fenomena Strawberry Moon juga menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu astronomi. Berbagai komunitas astronomi di sejumlah daerah biasanya mengadakan kegiatan pengamatan bersama dan edukasi mengenai benda-benda langit sebagai upaya memperkenalkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Dengan hadirnya Strawberry Moon tahun ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati keindahan langit malam sekaligus memahami bahwa fenomena astronomi merupakan bagian dari proses alam yang dapat dipelajari secara ilmiah. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa langit selalu menyimpan berbagai keajaiban yang menarik untuk diamati dan dipelajari.
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena Strawberry Moon, pengamatan dapat dilakukan dari berbagai daerah selama kondisi cuaca cerah. Lokasi dengan minim polusi cahaya seperti kawasan pegunungan, pantai, dan lapangan terbuka menjadi tempat yang ideal. Beberapa lokasi yang direkomendasikan antara lain kawasan Observatorium Bosscha, kawasan Gunung Bromo, Pantai Parangtritis, kawasan Danau Toba, hingga sejumlah pantai di Aceh Barat yang memiliki pandangan terbuka ke arah tenggara. Pengamatan sebaiknya dilakukan sesaat setelah matahari terbenam ketika bulan mulai muncul di ufuk timur hingga tenggara.
Di Kabupaten Aceh Barat, masyarakat berpeluang menikmati fenomena Strawberry Moon dari kawasan Pantai Suak Indrapuri, Pantai Lhok Bubon, Pantai Ujong Karang, maupun lokasi terbuka lainnya yang menghadap ke arah timur hingga tenggara. Pengamatan akan lebih optimal apabila cuaca cerah dan jauh dari cahaya lampu perkotaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....