Fenomena AI dalam Pendidikan, Membantu Belajar atau Membuat Ketergantungan?
- 30 Jun 2026 00:00 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin meluas di dunia pendidikan. Berbagai aplikasi berbasis AI kini dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa untuk membantu mengerjakan tugas, mencari referensi, menerjemahkan bahasa, hingga memahami materi pelajaran dengan lebih cepat. Kehadiran teknologi tersebut dinilai membawa banyak kemudahan, namun juga memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya ketergantungan pengguna.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI menjadi bagian dari proses belajar di berbagai jenjang pendidikan. Teknologi ini mampu memberikan penjelasan materi secara interaktif, membantu menyusun ringkasan, bahkan memberikan contoh penyelesaian soal dalam hitungan detik. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi belajar apabila digunakan secara bijak.
Dosen Teknologi Informasi, Dr. Rudi Hartono, M.Kom., mengatakan bahwa
AI merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. Menurutnya, peserta didik tetap harus memahami konsep dasar dan mampu menganalisis informasi yang diperoleh dari AI agar tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi.
Di sisi lain, penggunaan AI tanpa pengawasan dapat menimbulkan dampak negatif. Sebagian pelajar cenderung langsung menyalin jawaban yang dihasilkan AI tanpa memahami isi maupun proses penyelesaiannya. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah.
Selain itu, hasil yang diberikan AI tidak selalu benar. Teknologi ini dapat menghasilkan informasi yang kurang akurat, tidak sesuai konteks, atau menggunakan sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, pengguna tetap perlu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, maupun sumber resmi lainnya.
Dr. Rudi menambahkan bahwa pendidik memiliki peran penting dalam mengarahkan penggunaan AI secara bertanggung jawab. Guru dan dosen diharapkan tidak hanya melarang penggunaan AI, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai etika, cara memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembelajaran, serta pentingnya menjaga kejujuran akademik.
Para ahli menilai bahwa masa depan pendidikan akan semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital. Karena itu, peningkatan literasi digital menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki peserta didik agar mampu memanfaatkan AI secara efektif, aman, dan bertanggung jawab sesuai kebutuhan pembelajaran.
Pemanfaatan AI dalam pendidikan pada dasarnya merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas belajar apabila digunakan secara bijaksana. Dengan menempatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses berpikir, peserta didik dapat memperoleh manfaat teknologi sekaligus tetap mengembangkan kemampuan analisis, kreativitas, dan kemandirian dalam belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....