Mahasiswa UNESA Kembangkan Sistem Digitalisasi di Museum Aceh

  • 29 Jun 2026 23:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA), berhasil menyelesaikan program inovasinya dengan menghadirkan dua inovasi sistem digitalisasi untuk pelestarian koleksi museum bertempat di Museum Aceh.

Dalam presentasi hasilnya Mahasiswa UNESA Wais Minggu 28 Juni 2026 memperkenalkan dua sistem yang dirancangnya, yaitu Sistem Manajemen Berita Acara Perawatan Koleksi dan Uji Coba Pengenalan Aksara Jawi Berbasis Machine Learning.

" Sistem pertama merupakan aplikasi web sederhana yang dirancang untuk membantu pendokumentasian berita acara perawatan koleksi museum. "Fokus utamanya adalah membantu merapikan pencatatan perawatan rutin agar riwayat pelestarian artefak tersusun secara rapi, aman, dan mudah dicari kembali dan

Sementara sistem kedua merupakan eksperimen penerapan kecerdasan buatan (Machine Learning) yang mengintegrasikan computer vision (deep learning) dan Large Language Model untuk mempermudah identifikasi aksara kuno Arab-Jawi Melayu. Sistem ini berperan sebagai asisten pembantu yang mencoba mendeteksi huruf secara otomatis guna meringankan proses transkripsi awal naskah.

Waiz memilih Museum Aceh sebagai tempat sebab Museum Aceh menyimpan banyak koleksi dan naskah keagamaan/sejarah yang menjadi objek tepat untuk mempelajari bagaimana teknologi dapat digunakan dalam proses digitalisasi dan pengelolaan data sejarah.

Semenatara Itu Kepala Museum Aceh, Arif Arham, menyambut baik inovasi yang dikembangkan mahasiswa Teknik Informatika ini.

"Kedua sistem ini sangat bermanfaat untuk manajemen data koleksi museum dan akan sangat membantu para peneliti naskah kuno dalam melakukan transkripsi dan studi dokumen sejarah," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....