Literasi Keamanan Informasi Jadi Kunci Hadapi Maraknya Kejahatan Digital

  • 27 Jun 2026 15:43 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Meningkatnya penggunaan internet dan teknologi digital turut diiringi dengan berbagai ancaman siber yang semakin kompleks. Karena itu, literasi keamanan informasi dinilai menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki masyarakat agar terhindar dari berbagai bentuk kejahatan digital.

Hal tersebut disampaikan Akademisi Universitas Teuku Umar, Firman Parlindungan dalam Dialog Interaktif RRI Meulaboh bertema Literasi Keamanan Informasi pada Selasa 23 Juni 2026.

Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Dalam konteks digital, kemampuan tersebut sangat dibutuhkan untuk melindungi data pribadi dan menjaga keamanan saat beraktivitas di internet.

Firman menjelaskan, ancaman digital yang sering dihadapi masyarakat saat ini antara lain pencurian data pribadi, peretasan akun, penipuan melalui pesan singkat maupun media sosial, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meniru identitas seseorang.

"Data pribadi yang dibagikan secara sembarangan dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati sebelum mengunggah informasi pribadi ke internet," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menggunakan jaringan internet publik untuk mengakses layanan yang berkaitan dengan transaksi keuangan maupun data penting lainnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh Barat, Dedi Mulianda mengatakan kejahatan digital saat ini dapat menimpa siapa saja, termasuk pejabat publik.

"Kita mengimbau masyarakat untuk tidak mudah membagikan data pribadi seperti NIK, foto dokumen penting, maupun informasi lain yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital," ujarnya.

Selain menjaga kerahasiaan data pribadi, masyarakat juga dianjurkan menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta rutin mengganti password akun digital sebagai langkah pencegahan.

Melalui peningkatan literasi keamanan informasi, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara aman sekaligus terhindar dari berbagai ancaman siber yang terus berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....