Waspada! Suara AI Kini Bisa Meniru Suara Keluarga untuk Menipu Korban
- 25 Jun 2026 20:39 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun di balik manfaat tersebut, teknologi AI juga mulai dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan berbagai modus penipuan, salah satunya dengan meniru suara seseorang secara digital.
Belakangan ini, kasus penipuan menggunakan teknologi tiruan suara atau voice cloning semakin mendapat perhatian. Pelaku memanfaatkan rekaman suara yang diperoleh dari media sosial, aplikasi percakapan, maupun video yang diunggah di internet untuk membuat suara palsu yang sangat mirip dengan suara asli seseorang.
Pakar keamanan siber, Dr. Rudi Hartono, mengatakan
bahwa teknologi AI saat ini mampu meniru intonasi, nada bicara, hingga karakteristik suara seseorang hanya dari beberapa detik rekaman. Menurutnya, hasil tiruan tersebut sering kali sulit dibedakan oleh masyarakat awam sehingga berpotensi digunakan untuk melakukan penipuan. Modus yang umum dilakukan adalah menghubungi korban dengan mengaku sebagai anggota keluarga, teman dekat, atau atasan yang sedang berada dalam situasi darurat dan membutuhkan bantuan dana. Karena suara yang terdengar sangat mirip dengan orang yang dikenal, tidak sedikit korban yang langsung mempercayai permintaan tersebut tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.
Selain kerugian finansial, penggunaan teknologi tiruan suara juga berpotensi mengancam keamanan data pribadi. Pelaku dapat memanfaatkan identitas korban untuk memperoleh informasi penting yang kemudian digunakan dalam tindakan kriminal lainnya.
Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi apabila menerima panggilan atau pesan yang meminta transfer uang maupun informasi pribadi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menghubungi langsung orang yang bersangkutan melalui nomor telepon yang telah diketahui sebelumnya.
Dr. Rudi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membagikan rekaman suara dan informasi pribadi di media sosial. Semakin banyak data yang tersedia di internet, semakin besar pula peluang bagi pelaku kejahatan untuk menyalahgunakannya dengan bantuan teknologi AI.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, peningkatan literasi digital menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan siber. Dengan memahami cara kerja teknologi AI dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara aman sekaligus mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....