AI Memang Canggih, tapi Perpustakaan Tetap Tak Tergantikan! Ini Alasannya
- 24 Jun 2026 21:27 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh – Di era digital saat ini, semua serba instan. Mau cari ringkasan materi sekolah atau tugas kuliah? Tinggal ketik di Artificial Intelligence (AI), jawabannya langsung keluar dalam hitungan detik. Namun, apakah kecanggihan teknologi ini lantas membuat perpustakaan ditinggalkan? Rabu,(24/6/2026).
Jawabannya adalah tidak. Perpustakaan justru tetap memegang peran krusial yang tidak bisa digantikan oleh robot pintar mana pun.
Dalam sebuah sesi bincang santai bersama Kabid Perencanaan dan Otomasi Perpustakaan USK (Universitas Syiah Kuala), Ibu Charlis Siana Rosita, S.Sos, terungkap alasan mengapa generasi digital sekarang masih wajib hukumnya untuk melipir ke perpustakaan.
Melatih Otak Berpikir Kritis, Bukan Instan
Menurut Ibu Charlis, perpustakaan menawarkan sesuatu yang esensial bagi perkembangan intelektual pelajar, yaitu teks yang utuh dan valid.
"Perpustakaan memberikan teks yang utuh dan melatih kita untuk berpikir kritis, bukan sekadar mencari hasil yang instan," ujarnya kepada RRI.
Berbeda dengan AI yang sering kali hanya memberikan ringkasan permukaan, membaca buku di perpustakaan memaksa kita untuk memahami proses dan konteks secara mendalam. Selain itu, ada satu faktor penting yang tidak dimiliki oleh aplikasi digital: sentuhan manusia. Di perpustakaan, kita bisa berinteraksi langsung dengan para pustakawan yang siap sedia menjadi mentor belajar yang humanis.
AI dan Perpustakaan: Kolaborasi, Bukan Kompetisi
Lantas, apakah perpustakaan anti dengan kemajuan zaman? Tentu tidak. Ibu Charlis menegaskan bahwa perpustakaan dan AI justru bisa saling berkolaborasi dan berjalan beriringan. Kuncinya ada pada porsi masing-masing.
"Tentu saja bisa berkolaborasi. Kuncinya, AI ditempatkan sebagai alat (tool), sedangkan perpustakaan bertindak sebagai pengarah nilai dan pengetahuan," jelasnya.
Di tengah gempuran informasi digital yang rawan hoaks dan plagiarisme, perpustakaan hadir untuk memastikan kedalaman, kebenaran, serta tanggung jawab akademik. Singkatnya, perpustakaan adalah penjaga etika di era AI saat ini.
Jadikan Buku Sahabat, Perpustakaan Rumah Kedua
Di akhir perbincangan, Ibu Charlis menitipkan pesan hangat dan penuh motivasi untuk seluruh pendengar serta pembaca setia portal berita rri.co.id, terutama bagi generasi muda dan para pelajar.
Ia mengingatkan bahwa peran perpustakaan dalam membentuk karakter, bimbingan manusia, dan literasi informasi akan selalu relevan kapan pun zamannya.
"Ayoo kunjungi perpustakaan terdekat di sekitar Anda! Dan bagi para pelajar, kunjungilah perpustakaan sekolahmu. Jadikan buku sebagai sahabat, dan perpustakaan sebagai rumah kedua kalian," pungkasnya dengan semangat.
Jadi, buat kamu generasi digital, yuk matikan layar ponselmu sejenak dan mari kita kembali rasakan asyiknya membaca dan berdiskusi di perpustakaan! (Nanda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....