Pencegahan Kebakaran Akibat Penggunaan Charger dan Stop Kontak Berlebih

  • 24 Jun 2026 21:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kesadaran masyarakat terhadap keamanan listrik di lingkungan rumah tangga perlu terus ditingkatkan. Salah satu penyebab kebakaran yang kerap terjadi adalah penggunaan charger dan stop kontak secara berlebihan tanpa memperhatikan kapasitas daya yang tersedia. Kondisi ini dapat menimbulkan panas berlebih yang berpotensi memicu korsleting listrik.

Seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik seperti telepon genggam, laptop, kipas angin, televisi, hingga peralatan rumah tangga lainnya, kebutuhan akan sumber listrik juga semakin tinggi. Tidak sedikit masyarakat yang menggunakan terminal atau stop kontak bertumpuk untuk menghubungkan berbagai perangkat dalam satu titik listrik.

Praktisi kelistrikan, Irwan Syahputra, ST, menjelaskan

bahwa penggunaan stop kontak melebihi kapasitas dapat menyebabkan penghantar listrik menjadi panas. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, isolasi kabel dapat rusak dan meningkatkan risiko terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting. Menurut Irwan, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap penggunaan charger yang tidak memenuhi standar keamanan. Charger berkualitas rendah atau tidak memiliki sertifikasi resmi cenderung lebih mudah mengalami kerusakan dan berpotensi menimbulkan percikan api saat digunakan dalam waktu lama.

Selain itu, kebiasaan mengisi daya telepon genggam semalaman tanpa pengawasan juga perlu dihindari. Meskipun sebagian perangkat modern telah dilengkapi sistem pengaman, penggunaan charger yang terus terhubung ke sumber listrik dalam waktu lama tetap berisiko apabila terjadi kerusakan pada kabel maupun adaptor.

Untuk mencegah kebakaran, masyarakat dianjurkan menggunakan stop kontak dan terminal listrik yang memiliki standar keamanan yang baik. Pengguna juga disarankan mencabut charger setelah perangkat terisi penuh serta menghindari penggunaan colokan bertumpuk pada satu sumber listrik.

Petugas pemadam kebakaran turut mengimbau warga untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah. Kabel yang mulai mengelupas, stop kontak yang menghitam akibat panas, atau munculnya bau terbakar saat penggunaan perangkat elektronik harus segera ditangani oleh teknisi yang kompeten.

Melalui penerapan kebiasaan penggunaan listrik yang aman, risiko kebakaran akibat charger dan stop kontak berlebih dapat diminimalkan. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda kerusakan pada instalasi listrik demi menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....