Kendaraan Berbahan Bakar Air, Mitos atau Teknologi Masa Depan?
- 18 Mei 2026 11:37 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Wacana penggunaan air sebagai pengganti bensin kembali menjadi perbincangan di tengah perkembangan teknologi otomotif ramah lingkungan. Banyak masyarakat penasaran apakah air benar-benar dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan di masa depan. Isu ini mencuat seiring meningkatnya kebutuhan energi alternatif akibat harga bahan bakar fosil yang terus mengalami perubahan serta meningkatnya perhatian terhadap lingkungan.
Secara ilmiah, air sebenarnya tidak dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar seperti bensin atau solar. Air merupakan hasil pembakaran hidrogen yang telah bereaksi dengan oksigen, sehingga tidak lagi menyimpan energi yang dapat dibakar secara langsung. Namun para peneliti saat ini mengembangkan teknologi pemanfaatan hidrogen yang diambil dari air melalui proses elektrolisis, yakni pemisahan unsur hidrogen dan oksigen menggunakan energi listrik.
Dalam perkembangan teknologi otomotif modern, hidrogen mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi kendaraan ramah lingkungan. Kendaraan berbahan bakar hidrogen bekerja menggunakan fuel cell atau sel bahan bakar yang menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor kendaraan. Teknologi ini dinilai lebih bersih karena emisi yang dihasilkan hanya berupa uap air.
"Bahwa air bukanlah bahan bakar utama kendaraan, melainkan sumber untuk menghasilkan hidrogen. Menurutnya, teknologi kendaraan hidrogen memang memiliki potensi besar di masa depan, namun masih menghadapi tantangan seperti biaya produksi yang tinggi serta keterbatasan infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen di berbagai negara, termasuk Indonesia," ujar Pengamat otomotif sekaligus akademisi di bidang teknologi energi, Bambang Trisulo.
Selain itu, sejumlah produsen kendaraan dunia juga mulai mengembangkan mobil berbasis hidrogen sebagai alternatif selain kendaraan listrik berbaterai. Meski demikian, penggunaan teknologi tersebut masih belum sepopuler kendaraan listrik karena proses produksi hidrogen memerlukan energi yang cukup besar. Para ahli menilai pengembangan energi terbarukan tetap menjadi langkah penting untuk mendukung teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Di Indonesia sendiri, penggunaan kendaraan berbasis hidrogen masih dalam tahap pengenalan dan penelitian. Namun perkembangan teknologi otomotif yang semakin pesat membuka peluang hadirnya berbagai inovasi energi alternatif di masa mendatang. Masyarakat diharapkan dapat memahami informasi terkait teknologi kendaraan secara bijak agar tidak mudah percaya terhadap klaim bahwa air biasa dapat langsung menggantikan bensin sebagai bahan bakar kendaraan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....