Mahasiswa USK Raih Medali Perunggu Ajang Robust-Shield di Bali
- 07 Mei 2026 14:29 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tim mahasiswa Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mengusung inovasi revolusioner bertajuk “Robust-Shield”.
tim yang terdiri dari lima mahasiswa kreatif ini berhasil meraih penghargaan Bronze Medal pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 yang diselenggarakan pada 2–3 Mei 2026 di Universitas Dhyana Pura Provinsi Bali.
Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia dengan mengangkat tema “Inovasi dan Aksi Nyata Generasi Muda dalam Membangun Indonesia Emas 2045”.
Pengasuh Mentor Tim Farid Mulana, 7Mei 2026 mnengatakan tim melakukan kajian mendalam terhadap karakteristik kimia ampas kopi Robusta yang kaya kandungan alkaloid kafein dan asam klorogenat. Senyawa bioaktif tersebut diekstraksi secara bertahap pada suhu optimal untuk menghasilkan ekstrak kental yang berfungsi sebagai racun saraf alami (neurotoksin) bagi serangga pengganggu, namun tetap aman dan mudah terurai (biodegradable) bagi ekosistem.
Momen puncak kompetisi berlangsung saat sesi presentasi final di Bali. Di hadapan dewan juri, tim USK memaparkan berbagai keunggulan teknis “Robust-Shield” yang dinilai efektif mengusir hama sekaligus merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Dari sisi ekonomi sirkular, inovasi berbasis pemanfaatan limbah lokal ini juga dianggap memiliki prospek finansial yang menjanjikan karena mampu menekan biaya operasional pertanian dibandingkan penggunaan pestisida kimia sintetis yang mahal dan berisiko bagi kesehatan.
Di tengah persaingan intelektual yang ketat, tim USK yang dipimpin oleh Wahid Rizky Maulizal YA bersama anggota tim Surya Andika, Fatwa Rilwanu Luthfi, Dony Adriansyah Siregar, dan Muhammad Abian Al Fathir berhasil memukau dewan juri melalui karya ilmiah yang berfokus pada mitigasi isu lingkungan.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Mustanir, menyampaikan apresiasi atas capaian gemilang tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif mahasiswa dalam mendukung kemandirian sektor pertanian dan kelestarian sumber daya hayati.
“Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah lokal dapat dikonversi menjadi produk bernilai guna tinggi yang mendukung ketahanan pertanian berkelanjutan. Kami sangat bangga melihat mahasiswa USK mampu mengintegrasikan prinsip Green Chemistry untuk menjawab tantangan degradasi lingkungan,” ujar Prof. Mustanir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....