AI Mitra Cerdas Anak Digital Teknologi tanpa Kehilangan Esensi

  • 06 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Sekretaris Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Muhammad Nasir, M.Si, menunjukkan kiprahnya di ruang publik akademik sebagai narasumber dalam dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh Rabu, 06 Maret 2026. Dialog ini mengangkat topik yang sedang hangat diperbincangkan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan sekaligus promosi program studi di era digital. Dalam suasana santai namun penuh wawasan, dialog yang disiarkan secara langsung ini berhasil menarik perhatian pendengar dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, remaja, hingga masyarakat umum yang tertarik dengan perkembangan teknologi pendidikan. Nasir menjelaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar berbagi informasi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyebarkan literasi teknologi kepada masyarakat.

“AI bukan lagi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari realitas pendidikan saat ini,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI harus dipahami secara bijak, terutama dalam konteks pembelajaran fisika yang membutuhkan keseimbangan antara konsep, analisis, dan praktik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memperkaya proses pembelajaran, seperti dalam pembuatan simulasi, analisis data eksperimen, hingga penyusunan materi ajar yang lebih interaktif. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa peran dosen dan guru tetap tidak tergantikan.

“AI itu alat, bukan pengganti. Justru tantangannya adalah bagaimana kita sebagai pendidik mampu memanfaatkan teknologi ini tanpa kehilangan esensi pembelajaran itu sendiri,” tambahnya.

Selain membahas pemanfaatan AI, dialog tersebut juga membahas terkait sosialisasi dan promosi program studi Pendidikan Fisika kepada masyarakat luas. Nasir mengungkapkan bahwa saat ini UIN Ar-Raniry Banda Aceh sedang membuka penerimaan Mahasiswa Baru diantaranya melalui Jalur UM-PTKIN hingga 30 Mei 2026 dan Penerimaan jalur Reguler Prestasi. Nasir menjelaskan bahwa Prodi Pendidikan Fisika merupakan Prodi yang sangat cocok untuk dipilih oleh calon mahasiswa baru untuk melanjutkan pendidikannya sehingga menjadi lebih kenal dengan teknologi AI dan pemanfaatannya khususnya dalam konteks pembelajaran. Prodi Pendidikan Fisika terus berupaya meningkatkan visibilitasnya, seperti pembuatan konten edukatif di media sosial, publikasi kegiatan prodi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media seperti RRI untuk menarik calon mahasiswa baru.

Dialog interaktif ini juga membuka sesi tanya jawab dari pendengar. Beberapa pertanyaan yang masuk berkaitan dengan bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan AI secara efektif, serta tips memilih program studi yang sesuai dengan minat dan bakat.

Menanggapi hal tersebut, Nasir memberikan pesan sederhana namun penting: mahasiswa harus menjadi pembelajar aktif. “Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pahami cara kerjanya. Dengan begitu, kita tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga bisa berkontribusi di dalamnya,” jelasnya.

Ketua Prodi Pendidikan Fisika, Dr. Eng. Nur Aida, M.Si, menyatakan bahwa kehadiran Nasir sebagai narasumber di RRI ini menjadi bukti bahwa akademisi memiliki peran strategis dalam menjembatani dunia pendidikan dengan masyarakat luas. Melalui media massa, informasi yang sebelumnya terbatas di lingkungan kampus kini dapat diakses oleh publik secara lebih luas. “Kolaborasi antara kampus dan media sangat penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang terbuka dan cepat dikenal oleh khalayak,” ungkap Nur Aida.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....