Beyond the Screen: Menjelajahi Cakrawala Baru Ekonomi Digital 5.0

  • 24 Apr 2026 16:59 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Perkembangan teknologi yang masif di era Ekonomi Digital 5.0 seringkali membuat masyarakat merasa kewalahan. Namun, di tangan yang tepat, teknologi bukan sekadar alat konsumsi, melainkan mesin pencetak rupiah.

Hal tersebut dikupas tuntas dalam Talkshow bertajuk "Beyond the Screen: Menjelajahi Ekonomi Digital 5.0" yang mengudara di RRI Programa 1 Meulaboh. Menghadirkan pakar manajemen dari Universitas Teuku Umar Meulaboh , Wanda Ramadhana, M.S.M, diskusi ini menyoroti bagaimana masyarakat dapat menyeimbangkan hidup dengan teknologi sekaligus memanfaatkannya untuk menambah penghasilan serta menjadikan teknologi sebagai sector memudahkan manusia untuk melakukan segalahal secara digital, Jum’at ( 24 April 2026).

Wanda Ramadhana menjelaskan bahwa perbedaan mendasar Ekonomi 5.0 adalah kembalinya peran manusia sebagai pusat teknologi (human-centric). Menurutnya, langkah pertama untuk menyeimbangkan teknologi adalah dengan literasi digital yang kritis.

“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi pengikut tren. Menyeimbangkan teknologi berarti tahu kapan harus 'on' untuk produktivitas dan kapan harus 'off' untuk menjaga kualitas hidup. jangan sampai kita jauh tertinggal dari teknologi, ibarat smart phone saja sudah pintar , masak penggunanya tidak pintar" ujar wanda.

Strategi praktis bagi masyarakat untuk mengubah penggunaan gadget sehari-hari menjadi sumber pendapatan, dengan cara menjadi afiliator , konten creator dan lain sebagaian yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi AI ini sangat mudah di pergunakan sekarang, maka dari itu kita di anjurkan untuk melek teknologi.

Wanda mengingatkan bahwa kunci sukses di era digital bukan hanya soal teknis, tapi soal mentalitas serta keyakinan untuk benar benar ingin sukses . Ekonomi Digital 5.0 adalah peluang emas bagi siapa saja yang mau belajar kuncinya adalah konsistensi.

Selain itu Wanda juga menjelaskan bahwa di era 5.0, masyarakat sangat dimudahkan dengan integrasi teknologi di berbagai sektor. Seperti Layanan perbankan kini berada dalam genggaman, begitu pula dengan layanan kesehatan yang semakin efisien berkat digitalisasi data dan konsultasi daring dan berbagai sektor lain nya yang memudahkan masyarakat .

Salah satu contohnya sekarang kita tidak perlu lagi merasa khawatir jika tidak membawa uang tunai saat berbelanja. Cukup dengan aplikasi di ponsel pintar, semua transaksi bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Ini adalah efisiensi yang ditawarkan oleh era digital.

Namun, di balik segala kemudahan tersebut, Wanda memberikan catatan kritis mengenai sisi gelap teknologi. Kecanggihan era 5.0 juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan online.

Wanda memberikan peringatan keras, terutama bagi kelompok orang tua dan masyarakat yang masih awam terhadap teknologi. "Kejahatan siber saat ini sangat rapi. Kita harus waspada bersama terhadap berbagai modus penipuan online yang sering masuk melalui pesan singkat atau aplikasi media sosial. Jangan mudah percaya pada tautan atau permintaan data pribadi yang mencurigakan," tegasnya.

Menghadapi arus globalisasi ekonomi digital yang tak terbendung, Wanda mendorong masyarakat untuk tidak menutup diri. Menjadi "melek digital" adalah syarat mutlak agar tidak tertinggal dan tidak menjadi korban teknologi.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan menguntungkan.

"Kita sangat dianjurkan untuk mengikuti perkembangan zaman. Melek digital bukan pilihan, melainkan keharusan. Lakukan apapun yang bisa memberikan keuntungan bagi Anda baik itu secara finansial maupun peningkatan kualitas hidup dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada sekarang," tambah Wanda.

kunci sukses di era Ekonomi Digital 5.0 adalah keseimbangan menikmati kemudahan layanan digital, memanfaatkan peluang penghasilan, namun tetap membentengi diri dengan pengetahuan agar tidak terjerat dalam risiko keamanan digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....