Tantangan Krisis Informasi Hadir AI

  • 18 Feb 2026 11:40 WIB
  •  Meulaboh

RRI.co.id, Meulaboh: Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kian pesat memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat, terutama terkait maraknya misinformasi dan potensi penipuan digital. Fenomena ini dinilai menuntut publik untuk semakin kritis dan tidak mudah percaya terhadap konten yang beredar di internet.

Roni Fhebrian sebagai Full Stack & AI Engineer di High Five Global, menilai bahwa kemampuan AI yang semakin canggih memang membawa tantangan tersendiri, khususnya dalam membedakan informasi asli dan palsu.

“Sekarang ini sangat sulit, apalagi bagi masyarakat yang belum sepenuhnya paham teknologi. AI sudah bisa meniru suara, membuat video yang tampak nyata, sehingga kita harus lebih waspada,” ujarnya Rabu, 11 februari 2026

Menurutnya, salah satu langkah paling sederhana namun efektif adalah melakukan verifikasi berlapis. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai telepon, pesan, atau video dari nomor yang tidak dikenal.

“Cara paling gampang adalah tetap verifikasi. Jangan percaya 100 persen, terutama jika berasal dari nomor asing. Kita harus check and recheck,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kehadiran AI sebaiknya tidak selalu dipandang negatif. Menurutnya, kekhawatiran serupa pernah terjadi saat internet mulai berkembang puluhan tahun lalu. AI bagaikan seperti alat, sama seperti motor atau komputer. Bisa berdampak buruk jika disalahgunakan, tapi juga sangat membantu jika digunakan dengan bijak

Ia menambahkan, masyarakat perlu membangun pola pikir positif dan adaptif terhadap perubahan teknologi, tanpa mengabaikan sikap kritis.

Menutup pernyataannya, Roni mengungkapkan rencananya untuk merilis produk AI bernuansa islami pada bulan Ramadan mendatang. Produk tersebut ditujukan sebagai sarana pembelajaran yang inklusif bagi umat Muslim.

“Insyaallah di bulan Ramadan saya akan merilis produk AI Muslim. Harapannya bisa menjadi teman belajar yang positif, tanpa menghakimi,” katanya.

Dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan literasi digital dan membiasakan diri melakukan verifikasi informasi. Sikap kritis dan kehati-hatian menjadi kunci penting di tengah arus konten yang kian sulit dibedakan antara asli dan palsu. Di tengah berbagai kemudahan yang ditawarkan AI, publik juga diingatkan untuk tidak lengah terhadap potensi penyalahgunaan teknologi. Verifikasi berlapis dan kecermatan dalam menyaring informasi diyakini mampu melindungi masyarakat dari misinformasi dan penipuan digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....