Sore Ceria Bersama UTU Dan Fatoni University Thailand

  • 13 Nov 2025 12:15 WIB
  •  Meulaboh

KBRN Meulaboh: RRI Pro 2 Meulaboh kembali menghadirkan program siaran yang edukatif dan mempererat hubungan antarnegara. Dalam segmen bincang santai yang disiarkan langsung pada Rabu (12/11/2025), RRI Pro 2 Meulaboh menjalin kolaborasi istimewa dengan Universitas Teuku Umar (UTU), menghadirkan mahasiswa(i) dari Fatoni University, Thailand.

Dipandu oleh presenter Nanda, program ini menjadi wadah diskusi yang hangat mengenai persamaan dan perbedaan budaya, bahasa, serta kekayaan kuliner dari Thailand dan Aceh.

-Diskusi Budaya yang Mencerahkan

Dua perwakilan mahasiswa dari UTU, Alif Nursyaidah dan Iman, hadir sebagai narasumber utama dari pihak Indonesia. Mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa Thailand yang tengah menjalani program pertukaran budaya atau studi di Aceh.

Topik utama pembicaraan meliputi:

Persamaan dan Perbedaan Budaya: Diskusi berfokus pada nilai-nilai kekeluargaan, sopan santun, dan tradisi yang dimiliki kedua wilayah, menunjukkan betapa dekatnya akar budaya di Asia Tenggara.

Perbandingan Bahasa: Para mahasiswa Thailand berbagi pengalaman mereka dalam mempelajari Bahasa Indonesia, sementara mahasiswa Aceh memberikan wawasan tentang Bahasa Aceh.

- Cicipi Kekayaan Kuliner Aceh

Salah satu sesi paling menarik adalah ketika para mahasiswa Thailand berkesempatan mencicipi langsung hidangan khas Aceh. Mereka mencoba beberapa makanan ikonik, termasuk:

Ungkoet Kemamah: Masakan daging sapi khas Aceh yang dikeringkan dan dimasak dengan santan dan rempah.

Nasi Soto: Versi soto khas Aceh yang kaya rasa.

Kue Karah: Jajanan tradisional Aceh yang renyah dengan bentuk seperti jaring laba-laba.

Mereka memberikan respons yang sangat positif terhadap keunikan dan kelezatan kuliner lokal tersebut, menjadikannya pengalaman tak terlupakan selama di Aceh.

- Harapan Program BIPA Berlanjut

Di akhir sesi, perwakilan mahasiswa Fatoni University menyampaikan harapan tulus mereka. Mereka sangat mengapresiasi keberadaan program BIPA (Belajar Bahasa Indonesia bagi Pelajar Asing).

"Kami merasa belajar Bahasa Indonesia itu sangat mudah dan menyenangkan. Kami berharap program BIPA ini akan terus ada dan semakin berkembang," ujar salah satu mahasiswa Thailand.

Mereka juga menyuarakan optimisme agar Bahasa Indonesia dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu bahasa internasional di masa depan.

Program ini sukses menjadi jembatan budaya, menunjukkan bahwa bahasa dan makanan adalah cara paling efektif untuk saling memahami dan mempererat tali persaudaraan antar bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....