BEM_FPIK Dorong Ekonomi Istri Nelayan Melalui Olahan Bycatch

  • 03 Nov 2025 09:08 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BEM FPIK) Universitas Teuku Umar menggelar Workshop Pengolahan Produk dari Bahan Baku Ikan Hasil Tangkapan Sampingan (Bycatch) bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Istri Nelayan Desa Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (2/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memberdayakan ekonomi keluarga nelayan dengan mengubah hasil tangkapan sampingan menjadi produk bernilai jual tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Meureubo ini melibatkan akademisi Universitas Teuku Umar, di antaranya Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si. selaku ketua pelaksana, serta tenaga ahli pengolahan hasil perikanan Ikhsanul Khairi, S.Pi., M.Si. dan Nabila Ukhty, S.Pi., M.Si. Peserta pelatihan merupakan anggota KUB Istri Nelayan yang selama ini mengandalkan hasil tangkapan suami untuk dijadikan ikan asin.

Menurut Dr. Muhammad Rizal, kegiatan ini berfokus pada diversifikasi produk berbahan dasar bycatch atau ikan tangkapan non-ekonomis yang sering dibuang ke laut. “Kami ingin membantu ibu-ibu nelayan agar mampu mengolah hasil tangkapan sampingan menjadi produk seperti bakso ikan, kaki naga, dan nugget dari ikan gabus laut,” ujarnya.

Ketua BEM FPIK, Muhammad Fikran, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga nelayan. “Selama ini hasil bycatch sering terbuang percuma. Padahal, jika diolah dengan baik, produk ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.

Pelatihan dilakukan melalui dua tahap, yaitu penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan produk. Dalam sesi praktik, peserta diajarkan proses pengolahan yang higienis tanpa bahan pengawet berbahaya. Akademisi UTU menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan baku, kebersihan, serta cita rasa agar produk olahan bisa bersaing di pasaran.

Salah satu peserta menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan baru yang bisa membantu ekonomi keluarga. Ia berharap pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkala agar kemampuan istri nelayan semakin berkembang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM (PMB) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2025.

BEM FPIK berharap kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesisir melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....