Kemendiktisaintek Bersama LPDP Luncurkan Program Riset Strategis Nasional

  • 29 Sep 2025 22:30 WIB
  •  Meulaboh

‎KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan program riset strategis nasional. Program ini bertujuan memperkuat ekosistem riset dan melahirkan inovasi berbasis kebutuhan industri.

‎Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan, riset harus diarahkan pada kebutuhan pembangunan. Ia menegaskan, riset tidak boleh berhenti di tataran akademik semata.

‎“Skema ini diharapkan mampu memperkuat riset bersama industri. Targetnya menghasilkan prototipe hingga paten yang bisa dikomersialisasikan,” ujarnya dalam acara 'Peluncuran Program Riset Strategis', Jakarta, Senin (29/9/2025).

‎Ia menambahkan, riset harus melibatkan kampus binaan agar manfaatnya lebih merata. Menurutnya, fasilitas penelitian di kampus negeri bisa diakses kampus lain lewat basis data nasional.

‎“Kita ingin riset tidak hanya dikuasai kampus besar. Semua kampus harus mendapat akses peralatan dan kesempatan berkolaborasi,” ucapnya.

‎Lebih lanjut, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto menjelaskan, program riset strategis mendapat alokasi Rp1,1 triliun. Sementara itu, riset prioritas nasional dialokasikan sebesar Rp2,5 triliun.

‎“Dana riset ini bersumber dari dana abadi pendidikan, penelitian, perguruan tinggi, hingga kebudayaan. Hak cipta hasil riset tetap menjadi milik peneliti,” katanya.

‎Ia mengatakan, LPDP menekankan belanja riset Indonesia masih rendah, hanya sekitar 0,23 persen dari PDB. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan industri dalam setiap pengembangan riset.

‎“Kami ingin riset benar-benar digunakan industri. Sehingga ada kepastian dan kepemilikan bersama dalam pengembangan inovasi,” ucapnya. (Puspem)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....