Wamendikdasmen: Pendidikan Non-Formal Bangun SDM Adaptif
- 29 Sep 2025 15:26 WIB
- Meulaboh
KBRN, Jakarta: Pemerintah menekankan menegaskan pentingnya jalur pendidikan non-formal sebagai strategi membangun sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza.
Menurut Fajar, melalui pendidikan non-formal dapat menjawab perubahan keterampilan yang berlangsung cepat seiring perkembangan teknologi dan dunia kerja. Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan besar yang perlu dihadapi, terutama pemerataan kualitas instruktur.
“Kursus dan pelatihan merupakan pegangan strategis, karena kita bisa bergerak lebih cepat dan fleksibel serta dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan cara ini, pembangunan SDM akan lebih tepat sasaran,” kata Fajar Riza saat memberikan sambutan di acara Peluncuran Program Pelatihan 1.100 Instruktur LKP di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, Fajar menyoroti masih adanya kesenjangan kompetensi dan sertifikasi instruktur, serta keterbatasan akses pengembangan di sejumlah daerah. ia juga menekankan pentingnya memperhatikan faktor kesejahteraan dan motivasi para instruktur.
“Instruktur adalah ujung tombak. Mereka butuh dukungan bukan hanya dalam pengembangan kompetensi. Tetapi juga kesejahteraan, agar mampu terus mendidik dengan penuh dedikasi,” ucapnya.
Sementara, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan program Pelatihan ini diharapkan mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Khususnya, sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga pengajar vokasi di Indonesia.
“Melalui Instruktur Naik Kelas, para instruktur membawa pengalaman dan peluang baru dari industri untuk kemudian ditularkan kepada peserta didik. Dengan begitu, kualitas pelatihan yang diberikan akan semakin relevan dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini,” ujar Tatang di Jakarta.
Sejauh ini, kata Tatang, sebanyak 115 instruktur telah mengikuti program magang di berbagai industri. Program tersebut akan digelar di 70 lokasi dengan cakupan delapan bidang keterampilan.
“Tahun ini program pengimbasan akan dilaksanakan di 70 lokasi dengan 8 bidang keterampilan. Mulai dari desain grafis, digital marketing, aplikasi perkantoran, tata rambut, barista, teknik motor konvensional, motor listrik dan juga tata busana,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....