Presiden Prabowo Sampaikan Program MBG dalam Forum PBB

  • 26 Sep 2025 16:34 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, New York: Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan berbagai program unggulan di bawah pemerintahannya dalam Sidang Majelis Umum (SMU) PBB. Salah satunya yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan pada sesi Debat Umum, Selasa (23/9/2025) di Markas Besar PBB.

“Makan bergizi bagi anak-anak sekolah di Indonesia, yang pada hari ini jumlah pemberian manfaatnya sudah mencapai sekitar 25 juta orang. Beberapa program-program yang secara riil dan konkret lahir dan tercetus dan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDG)’s PBB,” kata Menlu RI Sugiono saat konferensi pers di kantor Perutusan Tetap RI (PTRI) New York, Amerika Serikat di hari yang sama.

Menurut Menlu RI, Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin negara anggota PBB menekankan, Indonesia berkomitmen mencukupi kebutuhan pangan sendiri. Sebab, kata dia Indonesia sendiri mengadopsi berbagai tujuan dalam SDG’s yang dituangkan ke dalam program-program nasional.

“Sebagai contoh, pangan, Indonesia berkomitmen untuk bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri. Mengambil langkah-langkah ekstensifikasi lahan pertanian, terutama beras, untuk cadangan pangan dan mencapai swasembada pada pangan,” ujarnya.

“Kemudian juga intensifikasi lahan-lahan pertanian, dalam rangka menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia. Juga pada akhirnya bisa menjadi lumbung pangan di seluruh dunia.”

Selain kata Menlu Sugiono, Presiden Prabowo juga menyampaikan berbagai program dalam upaya pengentasan kemiskinan di tanah air. Seperti, memberikan pendidikan dan layak bagi para pelajar untuk program seperti sekolah unggulan.

Sementara, dalam sesi Debat Umum pada SMU PBB ke-80, Presiden Prabowo turut mendorong untuk adanya gencatan senjata dalam konflik Gaza dan Israel. Presiden RI juga menekankan, perdamaian serta gencatan senjata merupakan sesuatu yang mutlak harus dicapai.

“Bapak Presiden dalam pidatonya dan perdamaian serta gencatan senjata merupakan sesuatu yang mutlak harus dicapai di sana, untuk menghentikan suatu bencana yang besar. Yaitu, sebagai akibat dari pendudukan Israel dan ini juga merupakan suatu ide atau suatu tema yang menjadi perhatian banyak negara di dalam Sidang Umum kali ini,” ucap Menlu RI.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....