BPBA Himbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan di Musim Kemarau
- 07 Agt 2026 22:01 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Badan Penanggulangan Bencana (BPBA) Aceh Menghimbau Masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia sepanjang musim kemarau 2026.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih kering, dan disertai penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Bahron Bakti, ST., MT., Jumat 7 Agustus 2026 menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor utama dalam mengurangi risiko bencana selama periode El Nino dalam menghadapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi secara bersama-sama dan fenomena El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak pada perubahan pola cuaca global.
"Fenomena El Nino harus menjadi perhatian kita bersama. Seluruh masyarakat di Aceh diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara bijaksana, serta menjaga lingkungan agar tetap terlindungi dari potensi kebakaran maupun kekeringan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan setelah bencana terjadi dan sehingga kondisi tersebut umumnya menyebabkan berkurangnya curah hujan sehingga meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Bahron Bakti.
BMKG memprediksi peluang terjadinya El Nino pada 2026 berada pada kategori lemah hingga moderat, dengan kemungkinan berlangsung hingga awal tahun 2027. Dampak paling signifikan diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga Oktober 2026, ketika sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau.
Seiring meningkatnya ancaman tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat langkah-langkah mitigasi, antara lain melalui pemantauan kondisi cuaca secara berkala, penyediaan cadangan air bersih, pengelolaan sumber daya air secara efisien, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia juga mengimbau pemerintah kabupaten/kota, BPBD, aparat keamanan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....