KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh
- 05 Mei 2026 23:07 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pemeritah Provinsi aceh lakukan pertemuan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Pemerimytah pusat dalam membahas berbagai titik sedimentasi muara sungai dan muara perikanan yang dangkal di wilayah Aceh, sehingga harus perlu dalam penaganan pengerukan agar aktifitas nelayan ke laut tidak terjadi kendala.
Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Permana Yudiarso, saat bertemu Gubernur Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa 5 Mei 2026 mengatakan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindaklanjuti permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk memperbaiki sedimentasi muara sungai dan muara perikanan yang dangkal di wilayah Aceh.
"kedatangan pihaknya merupakan respons atas surat yang sebelumnya dikirim Pemerintah Aceh kepada KKP terkait kondisi muara yang mengalami pendangkalan dan berdampak pada aktivitas nelayan, dan menindaklanjuti permintaan gubernur Aceh terkait perbaikan sedimentasi muara sungai dan muara perikanan yang dangkal,” kata Permana",
Tim KKP akan berada di Aceh selama tiga hari untuk melakukan survei terhadap 13 pelabuhan perikanan yang direncanakan menjadi lokasi penanganan pendangkalan.
Ke-13 pelabuhan tersebut meliputi Lampulo (Banda Aceh), Idi (Aceh Timur), Lambada (Aceh Besar), Kuala Tari dan Kuala Peukan Baro (Pidie), Kuala Meurudu dan Kuala Panteraja (Pidie Jaya), Kuala Peudada (Bireuen), Kuala Pusong (Lhokseumawe), Kuala Krueng Mane (Aceh Utara), Kuala Anak Laut (Singkil), Kuala Ujung Baroh (Aceh Barat), serta Kuala Ujung Serangga (Aceh Barat Daya).
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan pentingnya penanganan muara secara menyeluruh, mengingat Aceh memiliki garis pantai luas dengan ketergantungan tinggi masyarakat pada sektor kelautan.
“Kita punya 28 muara, Aceh ini dikelilingi laut. Penduduk sekitar 6 juta, dan 25 persen berprofesi di laut. Selama ini nelayan kesulitan melaut karena harus menunggu air pasang,” ujarnya.
Mualem juga menyoroti dampak pendangkalan muara terhadap risiko banjir di kawasan permukiman, sehingga kalau muara sungai dangkal, air bisa meluap ke permukiman. ini juga jadi keluhan nelayan dan Selain itu, pemerintah provinsi aceh harapkan pemerintah pusat untuk menangani persoalan abrasi yang terjadi di wilayah Aceh Utara secara komprehensif.
“Kami berharap penanganannya bisa dilakukan menyeluruh, termasuk masalah abrasi,” demikian Mualem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....