Petani Sawit Pemula di Aceh Barat Resah Diserang Satwa Liar
- 27 Apr 2026 15:04 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Warga petani kebun kelapa sawit yang baru membuka lahan di Kabupaten Aceh Barat mengaku resah akibat serangan binatang liar yang merusak tanaman mereka, terutama pada fase awal penanaman.
Seorang pekebun, Yakub, Selasa 27april 2026 mengatakan, gangguan satwa liar menjadi tantangan serius bagi petani pemula yang belum memiliki pengalaman dalam menghadapi risiko di lapangan.
“Bagi pekebun pemula, ini sangat meresahkan. Karena belum paham cara antisipasi, berbeda dengan yang sudah berpengalaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu hama yang paling sering merusak tanaman sawit muda adalah landak. Hewan tersebut menyerang dengan cara memakan pucuk tanaman, yang dapat menyebabkan pohon mati sebelum berkembang.
Selain itu, ancaman juga datang dari satwa berukuran besar seperti gajah liar. Dalam kondisi tertentu, gajah dapat masuk ke area kebun dan merusak tanaman sawit yang sedang tumbuh subur.
“Kalau gajah masuk, bukan hanya makan, tapi juga merusak batang dan tanaman yang masih dalam masa pertumbuhan,” tambah Yakub.
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah yang memiliki lahan terbatas, rata-rata sekitar dua hektare. Serangan hama dan satwa liar dapat berdampak langsung pada produktivitas dan keberlangsungan usaha mereka.
Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Bubon dan Kaway XVI, yang merupakan kawasan pengembangan kebun sawit rakyat di Aceh Barat.
Para petani berharap adanya perhatian dari pihak terkait, termasuk perusahaan perkebunan dan pemerintah, untuk memberikan pendampingan serta edukasi mengenai cara mengantisipasi serangan hama dan satwa liar.
“Kami sangat berharap ada penyaluran ilmu dan pendampingan dari pihak perusahaan atau instansi terkait, supaya kebun masyarakat bisa berkembang dengan baik,” tutup Yakub.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....