Pemkab Abdya Bidik Rekor MURI lewat Pembakaran 17.000 Batang Lemang
- 24 Apr 2026 18:13 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Blangpidie - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan "Meuseraya Tot Leumang" atau membakar lemang secara massal. Giat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Abdya ke - 24 tahun 2026.
Ketua Panitia HUT ke-24 Kabupaten Abdya, Jufri Yusuf, Kamis, 24 April 2026 mengatakan sebanyak 17.000 batang lemang akan dibakar secara serentak dalam acara puncak peringatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 25 April 2026.
"Kami ingin mencetak rekor MURI sekaligus mempromosikan tradisi lokal Abdya melalui kegiatan meuseraya 'Tot Leumang' ini," kata Jufri, dalam siaran pers diterima RRI.CO.ID.
Selain belasan ribu batang lemang, panitia juga menyiapkan sedikitnya 34.000 bungkus tape ketan sebagai hidangan pelengkap yang akan disajikan secara massal bagi masyarakat yang hadir.
Berdasarkan data teknis panitia, agenda kolosal ini melibatkan 322 kelompok peserta yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), instansi vertikal, hingga perwakilan dari 152 gampong (desa) di seluruh wilayah Abdya.
Untuk memenuhi kriteria penilaian tim MURI, pemerintah daerah telah menetapkan standar khusus bagi peserta, salah satunya penggunaan bambu lemang dengan panjang seragam yakni 60 sentimeter.
Sementara untuk lokasi kegiatan akan dipusatkan di sepanjang bantaran Sungai Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie.
Jalur pembakaran lemang diperkirakan membentang sepanjang 1,4 kilometer mengikuti aliran sungai guna mengakomodasi seluruh kelompok peserta.
Terkait ketersediaan bahan baku, Jufri menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan opname pasar bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindagkop) setempat untuk memastikan stok bahan baku aman.
"Hasil pantauan di Pasar Blangpidie, Manggeng, dan Babahrot menunjukkan stok beras ketan mencapai 8,4 ton, sementara kebutuhan untuk acara ini sekitar 7,5 ton. Untuk buah kelapa, tersedia sekitar 11.000 buah dari kebutuhan 7.000 hingga 7.500 buah. Begitu juga dengan persediaan ragi yang dipastikan mencukupi," paparnya.
Adapun kegiatan pembakaran lemang itu dijadwalkan dimulai serentak pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, seluruh peserta diwajibkan mengikuti gladi resik pada Kamis 23 April 2026 dini hari untuk memastikan kesiapan teknis dan posisi di lokasi.
Menurut Jufri, agenda ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bertujuan mendorong perputaran ekonomi lokal serta mempererat nilai gotong-royong atau meuseraya yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....