Periode Januari-Februari 2026 Aceh Dilanda 11 Kejadian Bencana

  • 23 Mar 2026 13:26 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) Aceh mencatat bencana Alam yang terjadi di Aceh Periode Januari-Februari sebanyak 11 kali kejadian. Prakiraan kerugian mencapai Rp13 Miliar.

"Kebakaran pemukiman masih mendominasi yakni sebanyak 6 kali membakar 29 rumah. Jumlah kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran mencapai 3.7 miliar rupiah," ujar Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT Senin 23 Maret 2026.

Ini Rincian jumlah kejadian bencana di Aceh selama periode Januari-Februari Tahun 2026 yaitu

1. Kejadian : 11 kejadian bencana di Aceh sejak Januari hingga Februari;

2. Terdampak bencana 31 KK/75 jiwa Jumlah pengungsi sebanyak 15 orang serta 29 rumah terdampak;

3. Kebakaran juga masih intens terjadi yakni sebanyak 6 kali berdampak pada 29 rumah dengan prakiraan kerugian 3.7 miliar rupiah;

4. Kebakaran Hutan dan Lahan terjadi 4 kali membakar 103 Hektar Lahan dengan prakiraan kerugian 10 miliar rupiah;

5. Banjir terjadi hanya 1 kali dengan intensitas ringan di Kecamatan Lut Tawar, Bintang, Kebayakan dan Linge.

Ia mengimbau masyarakat agar menjaga alam, khususnya terkait Karhutla. Warga diminta tidak mengekploitasi hutan secara berlebihan tanpa memperhatikan fungsi hutan sebagai resapan air yang berguna mencegah banjir dan longsor juga Karhutla

“Pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami imbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” sebut Bahron.

BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam. Seluruh elemen masyarakat diharapkan merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya ‘bencana adalah urusan bersama’.

“Kami terus berupaya agar BPBA bersama semua unsur Pemerintahan dan Masyarakat Aceh terus berupaya dalam peningkatan mitigasi bencana agar jumlah kejadian bencana dapat terus turun dari tahun ke tahun” ungkap Bahron lagi

Dalam upaya pengurangan risiko bencana Bahron juga berharap nantinya terwujudnya sebuah langkah pemberdayaan masyarakat yang akan berfokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat/komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh nantinya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....