Uji Kebugaran, Kankemenhaj Tinjau Kesiapan JCH dari Aspek Kesehatan

  • 21 Apr 2026 14:43 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Aceh Barat memastikan kesiapan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 2026 terus dimatangkan, terutama dari aspek kesehatan dan perlengkapan keberangkatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kankemenhaj Aceh Barat, Furqan, saat meninjau pelaksanaan uji kebugaran JCH yang digelar Dinas Kesehatan Aceh Barat di halaman Masjid Agung Meulaboh, Selasa, 21 April 2026.

Furqan mengatakan, uji kebugaran menjadi bagian penting dalam memastikan kelayakan fisik jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Menurutnya, kesiapan kesehatan merupakan faktor utama agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan optimal.

“Melalui uji kebugaran ini, kita melihat langsung kesiapan jemaah dari sisi kesehatan untuk memastikan mereka dalam kondisi layak berangkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum kesiapan perlengkapan jemaah juga hampir rampung, termasuk distribusi koper kepada calon jemaah. Saat ini, hanya sekitar 10 jemaah yang belum mengambil koper, sementara dokumen penting seperti paspor telah diselesaikan seluruhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep M.KM menjelaskan, tes kebugaran bertujuan untuk mengidentifikasi jemaah yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalankan ibadah haji. Hasil skrining ini akan menjadi dasar dalam menentukan tingkat kemandirian jemaah di Tanah Suci.

“Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, fungsi pernapasan, hingga uji jalan cepat guna mengukur daya tahan tubuh. Tes ini bukan untuk menentukan boleh atau tidaknya berangkat, tetapi untuk melihat siapa yang membutuhkan pendampingan khusus dan siapa yang bisa mandiri,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, jemaah yang belum memenuhi standar kebugaran tetap dapat berangkat, namun akan mendapatkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan kembali dilakukan saat jemaah berada di embarkasi di Banda Aceh sebagai tahapan akhir sebelum keberangkatan.

Di sisi lain, salah seorang JCH, Edward Suleman (72), mengaku telah melakukan berbagai persiapan fisik, seperti rutin berjalan kaki sejauh tiga kilometer setiap pagi untuk menjaga stamina tubuh.

“Persiapan ini penting agar saat menjalankan ibadah, seperti sa’i, kita sudah terbiasa berjalan dan memiliki kondisi fisik yang baik,” ucapnya. Ia menambahkan, selain menjaga kebugaran, para jemaah juga mengatur pola makan serta mengikuti kegiatan olahraga rutin. Untuk perlengkapan, sebagian besar sudah diterima, meski masih ada beberapa kebutuhan tambahan yang akan dilengkapi.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan seluruh JCH Aceh Barat dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, lancar, dan dalam kondisi kesehatan yang optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....