Persiapan Haji 2026 Aceh Barat Capai Enampuluh Persen

  • 20 Jan 2026 21:16 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Barat memastikan persiapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 berjalan matang, meskipun Lembaga tersebut baru resmi terpisah dari Kementerian Agama. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Barat, Furqan SAg, saat mengisi dialog Meulaboh Meyapa, Selasa, 20 Januari 2026.

Furqan mengatakan pihaknya saat ini fokus pada dua target utama, yakni sukses kelembagaan dan sukses penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, meskipun secara struktur kelembagaan masih baru, namun dari sisi sumber daya manusia dan pengalaman, penyelenggaraan haji tetap berjalan optimal.

“Untuk penyelenggaraan haji, kami sudah berpengalaman. Yang baru hanya lembaganya, sementara petugas dan sistem kerja sudah berjalan dengan baik,” ujar Furqan.

Ia menjelaskan, jumlah jemaah haji Aceh Barat tahun 2026 yang telah melunasi biaya haji sebanyak 267 orang, terdiri dari 242 jemaah reguler dan 25 jemaah kuota cadangan. Setelah proses mutasi keluar sebanyak tujuh orang dan mutasi masuk lima orang, estimasi jemaah yang akan berangkat mencapai 262 orang, dengan total jemaah terdata sebanyak 265 orang.

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah Aceh Barat tengah memfokuskan penyelesaian dokumen perjalanan jemaah. Dari total tersebut, sebagian besar dokumen telah diproses, sementara sisanya masih dalam tahap perbaikan dan verifikasi.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Aceh Barat, H Dedi Kamarlis SHI MA, menyebutkan progres persiapan jemaah haji telah mencapai sekitar 60 persen. Tahapan yang tersisa meliputi penyempurnaan administrasi, manasik haji, serta pemeriksaan kesehatan lanjutan.

“Walaupun jumlah pegawai kami terbatas, hanya enam orang, kami optimistis seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan dengan baik,” kata Dedi.

Ia juga mengungkapkan, jumlah jemaah haji Aceh Barat tahun 2026 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan haji di daerah tersebut, seiring adanya penambahan kuota haji Aceh dari pemerintah pusat.

Dalam hal kesehatan, pihaknya menegaskan pemeriksaan dilakukan secara ketat sesuai ketentuan. Jemaah yang tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan berpotensi ditunda keberangkatannya hingga tahun berikutnya.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah Aceh Barat juga mulai menerapkan digitalisasi layanan, baik dalam administrasi, dokumen, hingga akses manasik haji melalui aplikasi resmi, guna meningkatkan pelayanan kepada jemaah.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Aceh Barat tahun 2026 dapat berangkat dan menunaikan ibadah haji dengan aman, tertib, dan khusyuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....