Minim Penerangan Jalan, Aksi Penjambretan Mulai Resahkan Warga

  • 07 Sep 2025 11:04 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh : Aksi kriminal jalanan kembali menghantui seorang warga Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat, Irma (25). Dirinya nyaris menjadi korban penjambretan saat dalam perjalanan pulang kerja, Minggu (6/9/2025), malam.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.45 WIB di jalan Meulaboh - Kaway XVI, tepatnya di desa Pasi Jambu. Kawasan tersebut gelap dan tidak adanya lampu penerangan jalan, sehingga memberi kesempatan bagi pelaku kriminal melakukan aksinya.

Sebelum kejadian, Irma sempat berhenti di simpang RRI untuk melepas mantel di karena hujan mulai reda, ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor miliknya. “Saat melewati jalan gelap antara Desa Pasi Jambu dan Desa Alue Tampak, ada dua orang tak dikenal yang mengendarai Honda Supra tiba-tiba, mendekati saya dari arah belakang dan mencoba menarik tas dari punda saya,” katanya.

Irma mengaku sempat berteriak keras kepada pelaku sambil menyebut mereka dengan kata-kata kasar karena terkejut dengan aksi tersebut, setelah gagal menjambret, pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri.

kemudian menghentikan kendaraannya di dekat jembatan Alue tampak yang memiliki sedikit penerangan untuk menenangkan diri dikarena merasa sangat takut dengan tangan gemetar ujarnya. Ia juga menyebut bahwa kejadian serupa pernah dialami temannya di lokasi yang tak jauh dari tempat ia nyaris menjadi korban.

"Teman saya juga pernah hampir dijambret di daerah yang sama. Jalannya gelap gulita tanpa satu pun lampu jalan. Ini sangat membahayakan,” ucapnya.

Irma berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin di jalur tersebut, khususnya pada malam hari demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga. “Saya mohon kepada pihak kepolisian agar lebih rutin melakukan patroli khususnya di jalan-jalan yang gelap dan rawan seperti ini, jangan sampai harus ada korban dulu baru ada tindakan,” ucap Irma.

Tak hanya itu, ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat agar segera membenahi infrastruktur penerangan jalan umum di wilayah rawan tersebut, iIni bukan hanya soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan warga.

Sementara itu, Keuchik Pasi Jambu, Saifullah saat di konfirmasi mengatakan tidak mengetahui hal tersebut. “Belum ada terdengar kejadian itu, kalau untuk warga Pasi Jambu saya jamin tidak ada yang melakukan hal-hal seperti yang disebutkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....