Tak Terlalu Suka Matematika, Syarifah Justru Raih Medali Perak

  • 18 Sep 2026 22:59 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Tidak semua prestasi lahir dari pelajaran yang sejak awal menjadi favorit. Syarifah Nasyrah Oulia membuktikannya. Siswi SMAN 1 Woyla Barat itu mengaku semula tidak terlalu menyukai matematika, tetapi justru berhasil membawa pulang medali perak dalam kompetisi matematika tingkat internasional di Terengganu, Malaysia.

Syarifah merupakan salah satu dari 25 pelajar Aceh Barat yang mengikuti ajang olimpiade internasional pada 7–10 September 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia meraih silver medal kategori Mathematics, sekaligus menjadi pengalaman internasional pertamanya. Secara keseluruhan, delegasi Aceh Barat membawa pulang 18 medali, terdiri atas tiga emas, delapan perak dan tujuh perunggu.

Cerita Syarifah berawal ketika ia memasuki jenjang SMA. Jika sebelumnya matematika bukan pelajaran yang terlalu ia sukai, cara guru menyampaikan materi perlahan mengubah pandangannya.

“Mulainya suka matematika waktu SMA. Banyak guru juga yang pas banget ngajarin matematikanya, jadinya suka,” ujar Syarifah dalam program Sore Ceria RRI Meulaboh.

Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi kebiasaan belajar mandiri. Syarifah tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, tetapi juga mencari materi tambahan melalui berbagai tutorial di YouTube.

Kesempatan mengikuti olimpiade datang setelah sekolah memberikan informasi dan melakukan seleksi. Syarifah mengikuti proses seleksi yang dipusatkan di MAN 1 Aceh Barat bersama peserta lainnya.

Ia mengaku persiapan khusus menjelang seleksi relatif singkat, sekitar tiga hari. Namun, materi latihan yang diberikan sekolah membantu dirinya mengenali pola soal yang akan dihadapi.

Di Malaysia, tantangan yang dihadapi jauh berbeda dengan soal matematika di sekolah sehari-hari. Peserta harus mengerjakan 12 soal dalam waktu sekitar 12 menit. Setiap soal harus dikerjakan dengan cepat karena rata-rata hanya tersedia satu menit untuk satu soal.

Syarifah mengaku tetap berusaha menyisakan waktu untuk memeriksa jawabannya. Ia juga menyadari tidak semua soal dapat diselesaikan dengan mudah.

“Kalau soal itu pasti ada,” ujarnya ketika ditanya apakah ada soal yang membuatnya kesulitan.

Bagi Syarifah, kunci menghadapi tantangan tersebut bukan metode instan. Ia justru menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar.

Menariknya, matematika bukan bidang yang sejak awal menjadi target utama Syarifah. Ia justru memiliki ketertarikan lebih besar terhadap biologi. Dalam kompetisi tersebut, matematika dan Bahasa Inggris menjadi bagian tes wajib, sedangkan peserta juga memiliki bidang pilihan.

Syarifah memilih biologi sebagai bidang yang diminatinya. Namun, hasil akhir justru membawa namanya masuk dalam daftar peraih medali matematika.

“Dari sini memang mau ambil pengalaman saja. Tidak sangka ternyata dapat,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat Syarifah semakin terbuka untuk mencoba berbagai kesempatan lain. Ia mengaku ingin mengikuti perlombaan berikutnya apabila ada kesempatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Baginya, mencoba lebih dahulu jauh lebih penting daripada terlalu cepat menentukan apakah seseorang mampu atau tidak.

“Pokoknya jalanin dulu, tetap semangat. Kita belajar dulu, jalanin dulu, hasilnya nanti ke depannya,” kata Syarifah.

Perjalanan Syarifah memperlihatkan bahwa minat dan kemampuan seseorang terkadang baru terlihat setelah berani mencoba. Pelajaran yang awalnya tidak terlalu disukai pun dapat menjadi ruang untuk menemukan potensi baru ketika dipelajari secara konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....